
Oleh : Dr. KH. Achmad Muhammad, MA
Milad ke-113 Muhammadiyah menandai lebih dari satu abad kontribusi nyata organisasi Islam ini dalam Pembangunan Bangsa dan penguatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yang berorientasi kuat menuju Indonesia Maju. Dengan tema Milad yang sering diangkat, yaitu "Memajukan Kesejahteraan Bangsa," Muhammadiyah menegaskan kembali peran utamanya sebagai gerakan Dakwah dan Tajdid (pembaruan) yang berkomitmen pada kemajuan sosial, pendidikan, kesehatan, dan moralitas bangsa.
Peran Historis dalam Pendirian dan Penguatan NKRI
Muhammadiyah telah menjadi bagian integral dari sejarah kebangsaan Indonesia:
- Pendiri Bangsa: Tokoh-tokoh Muhammadiyah, seperti Ki Bagus Hadikusumo dan Kahar Muzakir, terlibat aktif dalam perumusan dasar negara melalui keanggotaan di BPUPKI dan PPKI.
- Wawasan Kebangsaan: Organisasi ini senantiasa memandang perjuangan politik sebagai bagian dari syariat Islam dalam urusan dunia (al-umur ad-dunyawiyah), yang harus dijiwai nilai-nilai luhur agama dan moral untuk tegaknya kehidupan berbangsa dan bernegara.
- Penjaga Keutuhan: Kontribusi tokoh Muhammadiyah dalam gagasan yang melahirkan Deklarasi Juanda (1957) menjadi tonggak penting dalam eksistensi NKRI, menyatukan laut ke dalam wilayah kepulauan Indonesia.
Kontribusi Nyata Menuju Indonesia Maju
Kontribusi Muhammadiyah selama 113 tahun telah terwujud melalui amal usaha yang luas dan terstruktur, yang secara langsung mendukung cita-cita Indonesia Maju:
1. Sektor Pendidikan dan Pencerdasan
Muhammadiyah berperan sebagai pelopor pendidikan modern di Indonesia, yang bertujuan melahirkan generasi terpelajar dan berakhlak mulia:
- Jaringan Amal Usaha Pendidikan: Mendirikan ribuan sekolah, madrasah, dan ratusan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) yang mencerdaskan kehidupan bangsa, dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.
- Generasi Emas: Melalui pendidikan, Muhammadiyah berupaya membangun Generasi Emas Indonesia yang unggul dalam ilmu pengetahuan, teknologi, dan memiliki kesadaran keagamaan yang kuat (Islam Berkemajuan).
2. Sektor Kesehatan dan Kemanusiaan
Aksi nyata Muhammadiyah di bidang kesehatan dan kemanusiaan menunjukkan komitmennya pada kesejahteraan umum:
- Layanan Kesehatan: Mendirikan ratusan Rumah Sakit (RS) dan klinik yang memberikan pelayanan kesehatan yang bermartabat bagi seluruh lapisan masyarakat.
- Tanggap Bencana: Melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), organisasi ini aktif dalam penanggulangan bencana, baik dalam tanggap darurat, rehabilitasi, maupun membangun ketahanan (resiliensi) masyarakat, bahkan hingga tingkat internasional.
3. Pemberdayaan Masyarakat dan Ekonomi Umat
Muhammadiyah berjuang untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera lahir dan batin:
- Lembaga Zakat: Melalui Lazismu (Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah), mengelola dana umat untuk berbagai program pemberdayaan.
- Pemberdayaan Sosial: Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) aktif dalam pendampingan dan pengembangan masyarakat guna terwujudnya Masyarakat Madani (Civil Society) yang kuat.
- Ekonomi Umat: Berupaya memajukan perekonomian dan kewirausahaan, serta mendorong pengembangan ekosistem ekonomi syariah.
Perspektif Indonesia Maju
Dalam konteks menuju Indonesia Maju, Muhammadiyah berpegang pada prinsip Dakwah Pencerahan (Dakwah Tajdid) yang bersifat transformatif:
- Kritik Konstitusional: Melalui sikap kritis yang konstruktif (amar ma’ruf nahi munkar), Muhammadiyah mengingatkan penyelenggara negara bahwa kesejahteraan bangsa adalah amanat konstitusi yang harus diwujudkan dalam kerja nyata, bukan sekadar retorika.
- Kolaborasi Kebangsaan: Muhammadiyah terus menjadi kekuatan perekat bangsa, mengembangkan kerja sama dengan seluruh komponen masyarakat atas prinsip kebajikan dan ketakwaan, serta menjadi wahana pendidikan politik yang sehat menuju kehidupan nasional yang damai dan berkeadaban.
- Dakwah Ekologis: Organisasi ini juga mulai menekankan Dakwah Ekologis, yaitu upaya pemeliharaan, pengembangan, dan pendayagunaan sumber daya alam dan lingkungan untuk kesejahteraan yang berkelanjutan.
Dengan semangat Islam Berkemajuan, Milad ke-113 Muhammadiyah menegaskan komitmen untuk terus "bergerak nyata, berkontribusi untuk Indonesia dan dunia", memastikan perjalanan bangsa menuju Indonesia Maju didasarkan pada nilai-nilai agama, ilmu, dan amal sosial yang nyata.
dikontribusikan Muhammadiyah menuju Indonesia Maju, yaitu Sektor Pendidikan dan Sektor Kesehatan.
Sektor Pendidikan: Membangun Sumber Daya Manusia Unggul
Kontribusi Muhammadiyah di bidang pendidikan adalah salah satu yang paling fundamental. Organisasi ini memandang pendidikan sebagai titik sentral dakwah tajdid (pembaruan) untuk mencerdaskan dan membentuk karakter bangsa.
Tujuan Utama:
- Integrasi Ilmu dan Akhlak: Menciptakan lulusan yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), tetapi juga memiliki pemahaman agama yang mendalam (Islam Berkemajuan) dan akhlak mulia.
- Aksesibilitas dan Kualitas: Menyediakan layanan pendidikan berkualitas tinggi yang dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat, termasuk di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).
Kontribusi Nyata:
- Jaringan Terluas: Muhammadiyah memiliki salah satu jaringan amal usaha pendidikan terbesar di Indonesia, mencakup:
- Sekolah Dasar hingga Menengah: Ribuan TK/PAUD, SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA.
- Perguruan Tinggi (PTM): Lebih dari 170 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) yang tersebar di seluruh provinsi, termasuk yang sudah memiliki akreditasi unggul dan bertaraf internasional.
- Program Internasionalisasi: PTM didorong untuk menjalin kerja sama global, meningkatkan riset, dan menghasilkan inovasi yang relevan dengan tantangan global, sehingga lulusannya siap bersaing di era industri 4.0 dan 5.0.
Sektor Kesehatan: Mewujudkan Kesejahteraan Sosial
Di bidang kesehatan, amal usaha Muhammadiyah bertujuan untuk mewujudkan Kesehatan sebagai Hak Asasi Manusia dan menjalankan nilai-nilai kemanusiaan universal.
Tujuan Utama:
- Pelayanan Bermutu: Memberikan pelayanan kesehatan yang profesional, modern, dan didasarkan pada etika Islam.
- Kemandirian Kesehatan: Mendorong program kesehatan preventif (pencegahan) dan promotif (peningkatan) untuk membangun kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan.
Kontribusi Nyata:
- Jaringan RS dan Klinik: Mengelola ratusan Rumah Sakit, Rumah Sakit Ibu dan Anak, serta Klinik Pratama di seluruh Indonesia. RS Muhammadiyah seringkali menjadi pionir dalam penggunaan teknologi dan inovasi medis.
- Tanggap Pandemi dan Bencana:
- Saat Pandemi COVID-19: RS Muhammadiyah menjadi salah satu pilar utama penanganan pandemi, menyediakan layanan isolasi, perawatan intensif, dan sentra vaksinasi bagi masyarakat.
- MDMC: Muhammadiyah Disaster Management Center memainkan peran krusial dalam respons cepat terhadap bencana alam, termasuk mendirikan rumah sakit lapangan dan memberikan dukungan psikososial, yang diakui secara nasional maupun internasional.
- Program Filantropi: Pelayanan kesehatan untuk kaum dhuafa (kurang mampu) melalui dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), memastikan bahwa misi kemanusiaan tetap berjalan.
Singkatnya:
| Sektor | Kontribusi Utama | Fokus Indonesia Maju |
| Pendidikan | Jaringan ribuan sekolah & ratusan PTM/PTMA | Menciptakan SDM Unggul dan Berkarakter |
| Kesehatan | Jaringan ratusan RS & Klinik | Pelayanan Kesehatan Merata dan Respons Bencana |
1. Islam Berkemajuan dalam Kurikulum Pendidikan
Islam Berkemajuan adalah ideologi dan pandangan keagamaan yang menjadi roh dari gerakan Muhammadiyah. Dalam konteks pendidikan, konsep ini diterjemahkan menjadi upaya untuk menghadirkan Islam sebagai agama yang:
A. Prinsip Dasar
- Tajdid (Pembaruan): Melakukan pemurnian ajaran Islam dari praktik-praktik yang dianggap bid'ah atau khurafat, sambil pada saat yang sama melakukan modernisasi dan adaptasi terhadap perkembangan zaman.
- Keseimbangan Dunia-Akhirat: Mengajarkan bahwa mengejar kemajuan duniawi (ilmu pengetahuan, teknologi, kesejahteraan) adalah bagian integral dari ibadah dan upaya mencapai kebahagiaan akhirat.
B. Implementasi Kurikulum
- Integrasi Ilmu dan Iman: Pendidikan Muhammadiyah tidak memisahkan antara ilmu umum dan ilmu agama. Sekolah-sekolah dan PTM (Perguruan Tinggi Muhammadiyah) didorong untuk menciptakan kurikulum yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam semua disiplin ilmu.
- Rasionalitas dan Kritis: Mendorong peserta didik untuk berpikir secara rasional, logis, dan kritis. Konsep ini menentang taklid buta dan menekankan pentingnya ijtihad (penalaran independen) yang bertanggung jawab dalam menghadapi persoalan kontemporer.
- Pengabdian Sosial (Al-Ma'un): Filosofi pendidikan Muhammadiyah sangat kuat berakar pada Surat Al-Ma'un, yang mengajarkan bahwa ritual ibadah harus diwujudkan dalam aksi nyata membantu kaum lemah, yatim, dan fakir miskin. Inilah yang melahirkan semangat amal usaha sosial Muhammadiyah.
2. Model Operasional MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center)
MDMC adalah lembaga yang bertanggung jawab dalam penanggulangan bencana, dan menjadi salah satu wajah kemanusiaan Muhammadiyah yang paling diakui di Indonesia dan global.
A. Tiga Pilar Kerja
MDMC beroperasi berdasarkan siklus penanggulangan bencana, yang mencakup:
- Pengurangan Risiko Bencana (PRB): Kegiatan sebelum bencana, seperti edukasi publik, pelatihan kesiapsiagaan, dan pembentukan desa/komunitas tangguh bencana.
- Tanggap Darurat (Respon): Mobilisasi cepat tim, pendirian posko, rumah sakit lapangan, dapur umum, penyediaan air bersih, dan bantuan logistik segera.
- Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Pemulihan): Kegiatan pasca-bencana untuk memulihkan kehidupan masyarakat, termasuk bantuan pembangunan kembali rumah, sekolah, dan fasilitas umum, serta dukungan psikososial.
B. Prinsip dan Kapasitas
- Profesionalisme: MDMC bekerja secara profesional dan terstruktur. Relawan dan stafnya dilatih secara intensif dan tersertifikasi dalam standar penanggulangan bencana, bahkan memiliki tim yang tersertifikasi internasional.
- Netralitas dan Kemanusiaan: Dalam menjalankan misinya, MDMC menjunjung tinggi prinsip netralitas dan semata-mata didasari oleh misi kemanusiaan, tanpa memandang suku, agama, ras, atau golongan korban.
- Amal Usaha Pendukung: MDMC didukung penuh oleh seluruh amal usaha Muhammadiyah. Ketika terjadi bencana, RS Muhammadiyah, sekolah-sekolah, dan PTM segera difungsikan sebagai posko, tempat pengungsian, dan pusat layanan medis.
Kedua peran ini—pendidikan yang melahirkan SDM Berkemajuan dan aksi kemanusiaan melalui MDMC—merupakan wujud nyata komitmen Milad ke-113 Muhammadiyah untuk terus memajukan kesejahteraan dan memperkuat ketahanan NKRI menuju Indonesia Maju.
Merupakan hal yang menggembirakan melihat sinergi antara organisasi Islam di daerah. Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP MUI) Kabupaten Sidoarjo menyampaikan ucapan Selamat dan Sukses Milad ke-113 Muhammadiyah.
Semoga semangat Milad ini semakin memperkuat kontribusi nyata Muhammadiyah dan seluruh komponen bangsa, termasuk MUI dan organisasi Islam lainnya di Sidoarjo, dalam membangun umat dan memajukan bangsa menuju Indonesia Maju yang berkemajuan.