
Oleh : Dr. KH. Achmad Muhammad, MA
Selamat Hari Tuli Nasional! Ini adalah momen penting untuk merefleksikan perjalanan panjang komunitas Tuli di Indonesia dalam memperjuangkan hak-hak mereka.
1. Sejarah dan Asal-Usul Hari Tuli Nasional
Hari Tuli Nasional diperingati setiap tanggal 11 Januari. Penetapan tanggal ini tidak lepas dari sejarah berdirinya organisasi Tuli pertama di Indonesia.
- Latar Belakang: Pada tanggal 11 Januari 1960, organisasi SEVABU (Serikat Efata bagi Tuna Rungu-Wicara) didirikan di Bandung. Organisasi ini merupakan cikal bakal gerakan kesadaran komunitas Tuli di tanah air.
- Perubahan Nama: Dalam perjalanannya, SEVABU berkembang dan bertransformasi menjadi Gerkatin (Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia) pada tahun 1981.
- Tujuan: Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai eksistensi bahasa isyarat, hak aksesibilitas, dan penghapusan stigma negatif terhadap penyandang disabilitas rungu/tuli.
2. Perspektif Kesehatan dan Terminologi
Penting untuk memahami pergeseran paradigma dari sudut pandang medis ke sudut pandang sosial-budaya dalam dunia kesehatan.
Istilah "Bisu Tuli" vs "Tuli"
Dahulu, istilah "Bisu Tuli" sering digunakan secara medis. Namun, saat ini komunitas lebih mendorong penggunaan kata "Tuli" (dengan T kapital).
- Bisu: Secara medis dianggap sebagai ketidakmampuan bicara, namun secara sosial sering dianggap merendahkan karena banyak teman Tuli yang bisa berkomunikasi dengan bahasa isyarat atau alat bantu.
- Tuli (Deaf): Merupakan identitas budaya dan bahasa. Mereka tidak merasa "kurang", melainkan memiliki cara berkomunikasi yang berbeda (Bahasa Isyarat Indonesia/BISINDO).
Kesehatan dan Deteksi Dini
Dalam perspektif kesehatan menuju Indonesia Maju, fokus utama adalah:
- Skrining Pendengaran Bayi: Deteksi dini sangat krusial agar intervensi (seperti alat bantu dengar atau terapi wicara) dapat diberikan sejak awal.
- Akses Layanan Kesehatan: Rumah sakit dan Puskesmas diharapkan memiliki tenaga medis yang menguasai dasar bahasa isyarat agar pasien Tuli mendapatkan diagnosis yang akurat tanpa hambatan komunikasi.
3. Menuju Indonesia Maju: Inklusi adalah Kunci
Visi Indonesia Maju hanya dapat tercapai jika seluruh elemen masyarakat, termasuk teman Tuli, mendapatkan kesempatan yang setara.
| Aspek | Langkah Strategis |
| Pendidikan | Perluasan sekolah inklusi dan penyediaan Juru Bahasa Isyarat (JBI) di universitas. |
| Pekerjaan | Implementasi kuota 2% pekerja disabilitas di instansi pemerintah dan 1% di swasta sesuai UU No. 8 Tahun 2016. |
| Teknologi | Pemanfaatan teknologi speech-to-text dan aplikasi layanan darurat berbasis teks. |
| Sosial | Pengakuan luas terhadap BISINDO sebagai bahasa ibu bagi komunitas Tuli. |
"Tuli bukanlah sebuah kekurangan yang harus disembuhkan, melainkan sebuah keragaman identitas yang harus dirayakan dengan penyediaan aksesibilitas yang memadai."
Apa yang bisa kita lakukan?
Sebagai individu, kita bisa mulai dengan belajar dasar-dasar bahasa isyarat atau setidaknya tidak lagi menggunakan istilah "tuli-bisu" yang berkonotasi negatif.
beberapa cara dan tempat yang bisa Anda tuju untuk mulai belajar BISINDO (Bahasa Isyarat Indonesia) serta bergabung dengan komunitas Tuli:
1. Pusat Bahasa Isyarat (Pusbisindo)
Ini adalah lembaga utama yang menyediakan kelas formal bahasa isyarat di Indonesia. Mereka memiliki instruktur dari teman Tuli langsung.
- Lokasi Utama: Jakarta (biasanya di area Jakarta Selatan/Pusat).
- Cabang: Pusbisindo kini sudah ada di banyak provinsi seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, hingga Sulawesi.
- Cara Daftar: Anda bisa memantau akun Instagram resmi mereka di @pusbisindo untuk pembukaan kelas tingkat 1 sampai 3 (baik offline maupun online via Zoom).
2. Laboratorium Riset Bahasa Isyarat (LRBI) - FIB UI
Jika Anda tertarik pada aspek linguistik atau akademik dari bahasa isyarat, LRBI di Universitas Indonesia adalah pusatnya. Mereka sering mengadakan lokakarya dan penelitian terkait perkembangan BISINDO.
3. Komunitas Gerkatin (Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia)
Gerkatin adalah organisasi Tuli terbesar yang memiliki cabang di hampir seluruh kota di Indonesia (dari tingkat Provinsi hingga Kabupaten/Kota).
- Kegiatan: Selain advokasi, mereka sering mengadakan "Kopi Tuli" atau pertemuan rutin di mana orang dengar boleh datang untuk berinteraksi dan belajar.
- Cara Mencari: Cari di media sosial dengan kata kunci "Gerkatin [Nama Kota Anda]" (contoh: Gerkatin Bandung atau Gerkatin Surabaya).
4. Kafe Tuli (Social Enterprise)
Salah satu cara paling menyenangkan untuk belajar adalah dengan berkunjung ke kafe yang dikelola oleh teman Tuli. Di sana, Anda akan dipandu untuk memesan menggunakan bahasa isyarat dasar.
- Contoh: Kopi Tuli (Koptul) di Depok/Jakarta, Sunyi Coffee di Jakarta/Semarang, atau kafe serupa di kota-kota besar lainnya.
5. Aplikasi dan Platform Digital
Jika Anda ingin belajar dasar-dasar alfabet dan kata kerja secara mandiri:
- Aplikasi: Hear Me (Aplikasi karya anak bangsa yang fokus pada translasi bahasa isyarat).
- YouTube: Saluran Pusbisindo atau tutorial dari kreator konten Tuli sering membagikan kosakata harian seperti salam, angka, dan hobi.
Tips Belajar: Saat belajar, usahakan untuk memperhatikan ekspresi wajah, karena dalam BISINDO, ekspresi adalah bagian dari "intonasi" bicara.
Untuk wilayah Sidoarjo dan sekitarnya (termasuk Surabaya yang sangat dekat), Anda memiliki beberapa pilihan bagus untuk belajar BISINDO dan berinteraksi dengan komunitas Tuli.
Berikut adalah beberapa rekomendasi tempat dan komunitas yang bisa Anda hubungi:
1. TATULI (Cerita Teman Tuli)
Komunitas ini sangat aktif dalam menjembatani komunikasi antara teman Tuli dan teman dengar. Mereka sering mengadakan kegiatan berbagi cerita dan pengenalan bahasa isyarat.
- Alamat: Jl. Bogangin I No.75, Kedurus, Kec. Karangpilang, Surabaya (dekat perbatasan Sidoarjo).
- Kontak: +62 889-8913-8833
- Website: ceritatemantuli.com
- Catatan: Lokasi ini sangat cocok bagi Anda yang ingin belajar dalam suasana komunitas yang santai dan inklusif.
2. Rumah Bahasa Surabaya
Lembaga milik pemerintah kota Surabaya ini sering menyediakan kursus bahasa gratis, termasuk Bahasa Isyarat (BISINDO). Karena lokasinya yang di pusat kota, warga Sidoarjo sering memanfaatkan fasilitas ini.
- Alamat: Jl. Yos Sudarso No.15, Embong Kaliasin, Kec. Genteng, Surabaya.
- Kontak: +62 31 5358856
- Website: rumahbahasa.surabaya.go.id
3. Gerkatin Jawa Timur / Sidoarjo
Meskipun sekretariat pusat Jawa Timur berada di Surabaya, Sidoarjo memiliki komunitas Tuli yang kuat di bawah naungan Gerkatin (Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia).
- Saran: Anda bisa mencari akun Instagram @gerkatin_sidoarjo atau @gerkatin_jatim. Mereka sering mengadakan kelas BISINDO atau pertemuan rutin bagi masyarakat umum yang ingin belajar.
4. LLC Lestari Learning Center
Pusat pembelajaran ini terletak di wilayah Waru, Sidoarjo, yang sangat mudah diakses.
- Alamat: Jl. Kenangan No.88, Ambengambeng, Ngingas, Kec. Waru, Sidoarjo.
- Website: lestarilearningcenter.com
Tips Tambahan:
- Ikuti Media Sosial: Sebagian besar kelas BISINDO di daerah Sidoarjo-Surabaya diumumkan secara berkala melalui Instagram. Pantau akun seperti @pusbisindo_jatim untuk jadwal kelas formal.
- Event CFD: Terkadang komunitas Tuli Sidoarjo melakukan sosialisasi atau belajar bareng saat Car Free Day di Alun-alun Sidoarjo.
Untuk wilayah Sidoarjo dan sekitarnya (termasuk Surabaya yang sangat dekat), Anda berada di lokasi yang sangat strategis karena komunitas Tuli di Jawa Timur, khususnya area Gerbangkertosusila, sangat aktif.
Berikut adalah beberapa rekomendasi tempat dan komunitas yang bisa Anda hubungi:
1. Gerkatin Sidoarjo
Ini adalah organisasi resmi tunarungu di tingkat kabupaten. Mereka sering mengadakan pertemuan rutin dan kegiatan sosial.
- Aktivitas: Advokasi hak-hak disabilitas di Sidoarjo, kelas bahasa isyarat dasar, dan pertemuan anggota.
- Cara Menghubungi: Paling mudah melalui Instagram @gerkatin_sidoarjo. Di sana Anda bisa bertanya mengenai jadwal kumpul atau kelas BISINDO terdekat.
2. TATULI (Cerita Teman Tuli) – Surabaya
Lokasinya sangat dekat dengan perbatasan Sidoarjo (daerah Karangpilang/Gunung Sari). Ini adalah salah satu komunitas paling populer di Jawa Timur bagi orang dengar yang ingin belajar.
- Alamat: Jl. Bogangin I No.75, Kedurus, Kec. Karangpilang, Surabaya.
- Keunggulan: Mereka memiliki metode belajar yang santai, inklusif, dan sering mengadakan workshop bahasa isyarat untuk umum.
- Instagram: @ceritatemantuli
3. Pusbisindo Jawa Timur
Jika Anda mencari sertifikasi atau kelas formal yang terstruktur, Pusbisindo Jatim adalah tempatnya.
- Lokasi: Biasanya kelas diadakan di titik-titik strategis di Surabaya yang mudah dijangkau dari Sidoarjo (seperti area Wonokromo atau Gayungan).
- Program: Kelas Level 1, 2, dan 3.
- Instagram: @pusbisindo_jatim (Pantau untuk pendaftaran kelas baru).
4. Rumah Bahasa Surabaya
Lembaga milik Pemerintah Kota Surabaya ini sering menyediakan kursus bahasa gratis bagi pemegang KTP Surabaya atau umum (tergantung kebijakan periode tersebut).
- Alamat: Jl. Yos Sudarso No.15, Surabaya (Area Balai Pemuda).
- Fasilitas: Mereka beberapa kali membuka kelas Bahasa Isyarat secara cuma-cuma sebagai bagian dari program literasi bahasa.
Tips untuk Pemula di Sidoarjo:
- Manfaatkan Car Free Day (CFD): Sebelum pandemi, komunitas Tuli Sidoarjo sering terlihat di CFD Alun-alun Sidoarjo. Anda bisa mencoba cek kembali kegiatan mereka di sana pada hari Minggu pagi.
- Belajar Mandiri di YouTube: Cari kanal "Pusbisindo" untuk mempelajari alfabet jari (SIBI dan BISINDO) agar saat bertemu komunitas, Anda sudah bisa mengeja nama sendiri.