
Oleh : Dr. KH. Achmad Muhammad, MA
Masjidil Haram saat ini tengah berada dalam fase transformasi terbesar sepanjang sejarahnya. Melalui proyek Perluasan Saudi Ketiga (The Third Saudi Expansion), wajah masjid ini berubah drastis dari sebuah bangunan ibadah menjadi kompleks religius-urban yang sangat masif dan modern.
1. Sejarah Asal Usul Tanah dan Perubahan Lanskap
Secara historis, Masjidil Haram bermula dari area terbuka di sekitar Ka'bah yang dibangun oleh Nabi Ibrahim AS. Namun, seiring waktu, lembah sempit di antara bukit-bukit Makkah ini tidak lagi mampu menampung jutaan jemaah.
- Transformasi Bukit dan Gunung: Untuk perluasan terbaru, beberapa gunung dan bukit bersejarah yang dulunya mengelilingi masjid telah diratakan atau dipangkas. Contoh utama adalah Gunung Abu Qubais di sisi timur dan Jabal Omar di sisi barat. Sebagian besar area pegunungan ini kini telah beralih fungsi menjadi pelataran masjid, hotel mewah, atau terowongan akses jemaah.
- Penghapusan Pemukiman dan Pasar: Ribuan gedung yang dulunya merupakan rumah penduduk, perkantoran, dan pasar tradisional di kawasan tua seperti Asy-Syabikah dan Al-Misfalah telah dibongkar. Kawasan pemukiman padat ini kini berubah menjadi Pelataran (Piazza) yang luas untuk salat jemaah.
2. Luas Area dan Kapasitas Saat Ini (Data 2025-2026)
Pembangunan tahap ketiga ini bertujuan meningkatkan kapasitas masjid hingga dua kali lipat dari sebelumnya.
- Total Luas Area: Luas keseluruhan kompleks Masjidil Haram kini mencapai sekitar 1,5 juta meter persegi.
- Kapasitas Jemaah: Dengan perluasan ini, masjid dapat menampung hingga 2,5 juta sampai 3 juta jemaah dalam satu waktu (terutama pada musim puncak seperti Ramadhan dan Haji).
- Bangunan Utama Perluasan: Area perluasan baru (Gedung Utama Perluasan Raja Abdullah) sendiri memiliki luas sekitar 320.000 meter persegi dengan ribuan fasilitas wudu dan toilet baru di lantai bawah tanahnya.
3. Struktur Bangunan dan Fasilitas Modern
Masjidil Haram kini bukan sekadar bangunan masjid, melainkan sebuah ekosistem yang terintegrasi:
- Gedung Perkantoran & Layanan: Di sisi utara, terdapat gedung layanan teknis seluas 550.000 meter persegi yang mengatur operasional masjid, mulai dari sistem pendingin udara (AC) raksasa hingga pusat pemantauan keamanan.
- Infrastruktur Transportasi: Terdapat jembatan-jembatan layang (seperti Jembatan Mataf) yang menghubungkan berbagai lantai, serta terminal bus bawah tanah yang langsung terhubung ke pelataran masjid.
- Fasilitas Kesehatan: Perluasan terbaru mencakup Rumah Sakit Darurat dan klinik kesehatan yang terintegrasi di dalam kompleks bangunan untuk melayani jemaah yang sakit secara instan.
4. Motif Seni dan Arsitektur
Arsitektur Masjidil Haram saat ini merupakan perpaduan antara Tradisional Islam dan Teknologi Modern:
- Material Mewah: Dinding dan lantai menggunakan marmer putih Thassos dari Yunani yang memiliki sifat tetap dingin meskipun terpapar sinar matahari terik.
- Ornamen Seni: Langit-langit di area perluasan baru dihiasi dengan motif geometri Islam yang sangat rumit, dilapisi emas dan dihiasi dengan lampu kristal raksasa (chandelier) yang sangat megah.
- Kubah Geser: Terdapat beberapa kubah besar yang bisa terbuka dan tertutup secara otomatis untuk mengatur sirkulasi udara dan cahaya alami di dalam masjid.
- Seni Kaligrafi: Setiap pintu masuk (seperti Pintu Raja Abdullah atau Pintu 100) memiliki ukiran kaligrafi ayat-ayat Al-Qur'an dengan ukiran kayu dan logam yang sangat detail dan halus.
Video ini memberikan gambaran visual mengenai proyek Masar Destination dan transformasi besar yang dilakukan di sekitar kawasan Masjidil Haram untuk mewujudkan visi modernisasi Makkah.
Transformasi Kota Suci Makkah | IDX CHANNELIDX CHANNEL · 2.6K views
