info@mujatim.or.id
Kabupaten
cropped-favicon-1

Majelis Ulama Indonesia Sidoarjo

Home » Uncategorized  »  Umm Al-Qura: Agama dan Sains
Umm Al-Qura: Agama dan Sains
Umm Al-Qura: Agama dan Sains

Oleh : Dr. KH. Achmad Muhammad, MA

Universitas Umm Al-Qura (bahasa Arab: جامعة أم القرى, Jami'at Umm Al-Qura) yang terletak di Makkah Al-Mukarramah, Arab Saudi, merupakan salah satu institusi pendidikan tinggi Islam paling bergengsi di dunia. Universitas ini memiliki keunikan tersendiri karena berhasil memadukan identitas kuat dalam ilmu-ilmu syariah dengan perkembangan sains modern dan pendidikan umum.

Sejarah, asal-usul, serta perspektif Umm Al-Qura dalam memajukan pendidikan agama dan umum :

Sejarah dan Asal-Usul

Akar sejarah Universitas Umm Al-Qura membentang sejak sebelum era modern universitas tersebut diresmikan, menjadikannya salah satu batu loncatan pertama pendidikan tinggi di Kerajaan Arab Saudi.

1. Fondasi Awal: College of Sharia (1949 M / 1369 H)

Embrio dari universitas ini adalah Kulliyah asy-Syari'ah (Fakultas Syariah) yang didirikan pada tahun 1949 (1369 H) oleh perintah Raja Abdul Aziz Al-Saud. Ini adalah institusi pendidikan tinggi formal pertama di negara tersebut. Fokus utamanya saat itu adalah mencetak ahli hukum Islam, hakim, dan pendidik.

2. Ekspansi dan Integrasi (1952–1971 M)

  • Pada tahun 1952 (1372 H), didirikan Kulliyah al-Mu'allimin (Sekolah Tinggi Keguruan) untuk memenuhi kebutuhan guru di sekolah-sekolah umum.
  • Selama beberapa dekade berikutnya, fakultas-fakultas ini sempat diintegrasikan ke dalam Universitas Raja Abdul Aziz (King Abdulaziz University) yang berbasis di Jeddah sebagai bagian dari cabangnya di Makkah.

3. Dekrit Kerajaan dan Lahirnya Umm Al-Qura (1981 M / 1401 H)

Pada tahun 1981, Raja Khalid bin Abdulaziz mengeluarkan Dekrit Kerajaan Nomor G/12 yang secara resmi memisahkan kampus Makkah dari Universitas Raja Abdul Aziz dan mendirikan sebuah universitas mandiri yang diberi nama Universitas Umm Al-Qura. Nama "Umm Al-Qura" sendiri diambil dari gelar Al-Qur'an untuk kota suci Makkah, yang berarti "Ibu Kota-Kota".

Perspektif dalam Perkembangan Pendidikan Agama

Sebagai institusi yang lahir di jantung kota wahyu, Umm Al-Qura memegang peran sentral sebagai mercusuar pendidikan Islam global.

  • Pusat Rujukan Syariah Internasional: Fakultas Syariah dan Studi Islam Umm Al-Qura menjadi kiblat pembelajaran hukum Islam (fikih), ushul fikih, tafsir, dan hadis. Metodologi pengajarannya menekankan pada orisinalitas teks klasik (turats) yang dipadukan dengan analisis kontemporer.
  • Pengajaran Bahasa Arab untuk Penutur Asing: Melalui Institute of Arabic Language for Non-Native Speakers, universitas ini menjadi pusat global bagi mahasiswa internasional (termasuk dari Indonesia dan Asia Tenggara) untuk memperdalam bahasa Al-Qur'an secara ilmiah dan metodologis.
  • Moderasi Islam (Wasathiyah): Umm Al-Qura mempromosikan pemikiran Islam yang moderat, toleran, dan berbasis pada dalil yang kuat, guna menangkal pemikiran ekstrem serta menjawab tantangan modernitas global.

Perspektif dalam Perkembangan Pendidikan Umum dan Sains

Meskipun fondasinya adalah ilmu agama, Umm Al-Qura mengalami transformasi luar biasa untuk menjadi comprehensive university (universitas komprehensif) yang unggul di bidang sains dan teknologi.

  • Diversifikasi Fakultas Modern: Universitas ini mendirikan berbagai fakultas umum yang berdaya saing tinggi, antara lain:
    • Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan: Menjadi salah satu pusat pendidikan medis terkemuka di kawasan Teluk.
    • Fakultas Teknik dan Arsitektur: Memiliki peran strategis dalam riset-riset pembangunan infrastruktur, khususnya yang berkaitan dengan tata kota Makkah dan pelayanan jemaah haji/umrah.
    • Fakultas Komputer dan Sistem Informasi: Fokus pada kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, dan transformasi digital.
  • Riset Strategis untuk Urusan Haji dan Umrah: Salah satu kontribusi sains terbesar universitas ini adalah adanya The Custodian of the Two Holy Mosques Institute for Hajj and Umrah Research. Lembaga riset ini secara khusus melakukan studi multidisiplin—mulai dari manajemen kerumunan, teknik transportasi, kesehatan publik, hingga lingkungan—untuk mengoptimalkan pelayanan jutaan jemaah di Makkah dan Madinah.

Sinergi Pendidikan Agama dan Umum: Visi Masa Depan

Perspektif masa depan Umm Al-Qura terletak pada integrasi yang harmonis antara nilai-nilai spiritual dan kemajuan material. Universitas ini tidak melihat ilmu agama dan ilmu umum sebagai dua kutub yang terpisah, melainkan sebagai satu kesatuan untuk membangun peradaban (hadharah).

Dalam konteks Visi Arab Saudi 2030, Umm Al-Qura memposisikan diri sebagai:

  1. Inkubator Inovasi: Mendorong riset sains terapan yang berbasis pada etika Islam.
  2. Jembatan Budaya: Menjadi wadah pertemuan mahasiswa dari lebih dari 90 negara untuk belajar, berinteraksi, dan membawa narasi Islam yang damai serta berkemajuan kembali ke negara asal mereka.
  3. Pilar Ekonomi Pengetahuan: Mengubah hasil riset akademik (baik di bidang teknologi maupun manajemen haji) menjadi solusi praktis yang bernilai ekonomi dan sosial.

Secara keseluruhan, Universitas Umm Al-Qura adalah simbol bagaimana sebuah institusi pendidikan mampu menjaga warisan tradisi Islam yang sakral di satu sisi, sambil terus memacu akselerasi inovasi sains di sisi yang lain.

Hingga tahun 2026, Universitas Umm Al-Qura (UQU) di Makkah mengalami lonjakan daya tarik yang sangat signifikan di panggung internasional. Sebagai salah satu pilar pendidikan tinggi dalam mewujudkan Visi Arab Saudi 2030, universitas ini berhasil mentransformasi sistem rekrutmen dan memperluas daya tampung bagi mahasiswa asing, termasuk dari Indonesia.

Berikut tinjauan perkembangan Umm Al-Qura hingga tahun 2026 dari perspektif daya tarik dan dinamika jumlah mahasiswa luar negeri :

1. Digitalisasi Global: Katalis Portal Study in Saudi

Sebelumnya, mahasiswa asing harus mendaftar melalui portal internal universitas masing-masing yang sering kali memiliki birokrasi rumit. Sejak peluncuran portal terintegrasi "Study in Saudi" oleh Kementerian Pendidikan Arab Saudi, proses pendaftaran menjadi terpusat, transparan, dan jauh lebih mudah diakses.

  • Dampak pada 2026: Integrasi total dengan platform Study in Saudi membuat pelamar dari seluruh penjuru dunia—termasuk ribuan lulusan madrasah dan pesantren dari Indonesia—dapat bersaing secara adil. Sistem ini memangkas waktu seleksi berkas, sehingga minat pendaftar global meroket secara eksponensial.

2. Lonjakan Jumlah Mahasiswa Asing dan Kuota Internasional

Umm Al-Qura kini menjadi rumah bagi lebih dari 2.000 hingga beberapa ribu mahasiswa internasional aktif dari 90+ negara yang menempuh studi di berbagai jenjang (Diploma Bahasa, S1, S2, dan S3).

  • Diversifikasi Program: Peningkatan jumlah ini tidak hanya terjadi di fakultas tradisional seperti Kulliyah asy-Syari'ah (Fakultas Syariah) atau Kulliyah al-Lughah al-Arabiyah (Fakultas Bahasa Arab), tetapi juga merambah ke program studi umum pascasarjana.
  • Beasiswa Penuh (Full Scholarship): Pemerintah Arab Saudi mempertahankan daya tarik utamanya dengan memberikan fasilitas beasiswa penuh, mencakup tunjangan bulanan, asrama, asuransi kesehatan, serta tiket pesawat pulang-pergi setiap tahun.

3. Perspektif Mahasiswa Indonesia di Umm Al-Qura

Bagi pelajar Indonesia, Umm Al-Qura memegang posisi yang sangat istimewa. Faktor utama "keberkahan tempat" (berada langsung di kota suci Makkah) menjadikannya salah satu universitas yang paling diburu selain Universitas Islam Madinah (UIM).

  • Peningkatan Jumlah Kuota: Melalui koordinasi erat antara Pemerintah Indonesia (Kemenag) dan pihak Kerajaan, kuota penerimaan mahasiswa asal Indonesia menunjukkan tren yang positif. Pada tahun 2026, komunitas mahasiswa Indonesia di Makkah (yang terhimpun dalam PPMI Makkah) tumbuh menjadi salah satu faksi mahasiswa asing terbesar dan paling aktif di kampus.
  • Daya Tarik Akademik dan Demografis:
    • Ma'had Lughah (Institut Bahasa): Banyak mahasiswa Indonesia yang memulai jalurnya dari kelas persiapan bahasa (Ma'had al-Lughah al-Arabiyah li Ghair an-Nathiqin biha) sebelum melanjutkan ke jenjang Sarjana (S1).
    • Daya Tarik Keilmuan Baru: Meskipun mayoritas mahasiswa Indonesia mengambil program Syariah, Dakwah, atau Ushuluddin, mulai terlihat tren ketertarikan pada program pascasarjana di bidang sains terapan dan manajemen, khususnya yang berkaitan dengan manajemen haji dan umrah.

4. Faktor Utama yang Memperkuat Daya Tarik UQU di Tahun 2026

Ada beberapa alasan mendasar mengapa Umm Al-Qura semakin diminati oleh mahasiswa luar negeri belakangan ini:

A. Internasionalisasi Hub Riset Haji dan Umrah

Melalui The Custodian of the Two Holy Mosques Institute for Hajj and Umrah Research, UQU melibatkan mahasiswa internasional dalam riset operasional lapangan (seperti manajemen kerumunan dan tata kota islami). Bagi mahasiswa Indonesia, keahlian ini sangat bernilai tinggi saat mereka kembali ke tanah air, mengingat Indonesia adalah pengirim jemaah haji terbesar di dunia.

B. Fasilitas Kampus Modern di Al-Abdiya

Kampus utama pria di Al-Abdiya serta kampus putri di Al-Zahir kini dilengkapi dengan fasilitas mutakhir, mulai dari perpustakaan digital terintegrasi (King Abdullah University Library), laboratorium sains canggih, hingga sarana olahraga dan rekreasi yang inklusif bagi mahasiswa asing.

C. Penguatan Moderasi Beragama (Wasathiyah)

Kurikulum UQU dikemas untuk mencetak lulusan global yang mampu membawa pesan Islam yang moderat dan toleran. Hal ini sangat sejalan dengan prinsip Islam Nusantara atau moderasi beragama di Indonesia, sehingga alumni UQU memiliki daya serap yang tinggi di sektor pendidikan, pemerintahan, dan lembaga fatwa nasional sekembalinya mereka ke tanah air.

Universitas Umm Al-Qura (UQU) Makkah telah melahirkan banyak ulama, akademisi, dan pemikir besar yang memberikan kontribusi luar biasa bagi perkembangan Islam dan kemajuan bangsa Indonesia. Para alumni Makkah ini memiliki ciri khas keilmuan yang mendalam (mutafaqqih fiddin) namun tetap adaptif terhadap konteks kebangsaan dan modernitas di tanah air.

Beberapa tokoh cendekiawan Indonesia terkemuka alumni Universitas Umm Al-Qura, beserta dedikasi dan peran strategis mereka sebagai abdi negara dan agama :

1. Prof. Dr. KH. Said Agil Husin Al-Munawar, M.A.

Beliau merupakan salah satu pakar fikih dan ulumul qur'an paling terkemuka di Indonesia yang menyelesaikan studi doktoralnya (S3) di Universitas Umm Al-Qura dengan predikat Summa Cum Laude.

  • Peran sebagai Abdi Negara:
    • Menjabat sebagai Menteri Agama Republik Indonesia pada Kabinet Gotong Royong (2001–2004).
    • Guru Besar di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.
  • Dedikasi untuk Agama dan Masyarakat:
    • Dikenal luas sebagai ahli qira'at sab'ah (seni membaca Al-Qur'an) tingkat internasional dan sering menjadi juri di Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat nasional maupun internasional.
    • Aktif dalam memberikan fatwa-fatwa keagamaan dan menulis berbagai karya ilmiah di bidang hukum Islam yang menjadi rujukan akademisi di Indonesia.

2. Dr. H. Hidayat Nur Wahid, M.A.

Meskipun gelar Sarjana (S1) hingga Doktoralnya (S3) utamanya diselesaikan di Universitas Islam Madinah, beliau memiliki ikatan kuat dengan Makkah dan sempat menempuh pendidikan serta interaksi akademis yang intensif di kawasan Hijaz, termasuk lingkaran ilmiah yang terhubung dengan Umm Al-Qura. Beliau adalah representasi tokoh yang memadukan gerakan dakwah Islam dengan politik konstitusional.

  • Peran sebagai Abdi Negara:
    • Menjabat sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI periode 2004–2009.
    • Hingga saat ini aktif sebagai Wakil Ketua MPR RI dan anggota parlemen yang konsisten mengawal isu-isu legislasi berkeadilan.
  • Dedikasi untuk Agama dan Masyarakat:
    • Berperan penting dalam menjembatani komunikasi diplomatik dan budaya antara Indonesia dengan negara-negara Timur Tengah.
    • Konsisten menyuarakan pentingnya integrasi nilai-nilai moral agama ke dalam sistem politik dan tata negara yang demokratis.

3. KH. Bahauddin Mudhary (dan jaringan ulama tradisional/pesantren)

Banyak kiai dan pengasuh pesantren besar di Indonesia—seperti di jaringan pesantren Jawa Timur dan Madura—yang menimba ilmu di Makkah pada masa-masa awal peralihan Kulliyah asy-Syari'ah menjadi Universitas Umm Al-Qura.

  • Peran sebagai Abdi Negara:
    • Secara tidak langsung melalui jalur pendidikan, para alumni ini ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa dengan mendirikan dan mengelola pondok pesantren yang menjadi benteng pertahanan moral dan karakter masyarakat.
  • Dedikasi untuk Agama dan Masyarakat:
    • Menjadi jangkar penyebaran Islam yang moderat (wasathiyah) di akar rumput.
    • Melestarikan pengajaran kitab-kitab klasik (turats) yang sanad keilmuannya tersambung langsung dengan para ulama besar di Masjidil Haram.

4. Dr. KH. Ahsin Sakho Muhammad, M.A.

Beliau adalah seorang ulama kharismatik Indonesia, pakar tafsir, dan ahli qira'at terkemuka yang menyelesaikan studi doktoralnya di Makkah (Universitas Umm Al-Qura / jejaring akademis tinggi Makkah).

  • Peran sebagai Abdi Negara:
    • Pernah mengemban amanah sebagai Rektor Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakarta.
    • Menjadi salah satu pakar utama di Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an Kementerian Agama RI, memastikan Al-Qur'an yang beredar di Indonesia terjaga kesahihannya.
  • Dedikasi untuk Agama dan Masyarakat:
    • Pengasuh Pondok Pesantren Dar al-Qur'an di Cirebon.
    • Beliau sangat berjasa dalam membumikan ilmu konseptual Al-Qur'an, rasm usmani, dan metodologi hafalan Al-Qur'an yang efektif bagi generasi muda Indonesia.

Karakteristik dan Kontribusi Kolektif Alumni UQU di Indonesia

Secara umum, kontribusi kolektif para alumni Umm Al-Qura di Indonesia dapat dipetakan ke dalam tiga sektor utama:

A. Penguatan Moderasi Beragama (Wasathiyah)

Alumni UQU dibekali dengan kedalaman bahasa Arab dan metodologi hukum Islam yang otentik. Di Indonesia, mereka menjadi filter penting dalam menangkal radikalisme maupun liberalisme ekstrem, dengan menampilkan wajah Islam yang ramah, toleran, dan sejalan dengan ideologi Pancasila.

B. Transformasi Pendidikan Tinggi Islam

Banyak alumni UQU yang mengabdi sebagai dosen, dekan, hingga rektor di berbagai Universitas Islam Negeri (UIN), IAIN, dan STAIN di seluruh Indonesia. Mereka melakukan modernisasi kurikulum agar ilmu-ilmu agama dapat merespons tantangan zaman (digitalisasi, ekonomi syariah, dan sains terapan).

C. Pengembangan Ekonomi dan Regulasi Syariah

Alumni Makkah juga banyak yang duduk di kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Dewan Syariah Nasional (DSN). Mereka ikut merumuskan fatwa-fatwa kontemporer yang menjadi regulasi perbankan syariah, industri halal, hingga tata kelola zakat dan wakaf modern di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *