info@mujatim.or.id
Kabupaten
cropped-favicon-1

Majelis Ulama Indonesia Sidoarjo

Home » Uncategorized  »  Hari Anak Nasional: Sejarah, Visi, Misi
Hari Anak Nasional: Sejarah, Visi, Misi
Hari Anak Nasional: Sejarah, Visi, Misi

Oleh : Dr. KH. Achmad Muhammad, MA

Hari Anak Nasional (HAN) yang diperingati setiap tanggal 23 Juli merupakan momen krusial untuk menegaskan kembali komitmen bersama dalam menghormati, melindungi, dan memenuhi hak-hak anak Indonesia. Peringatan Hari Anak Nasional menekankan semangat perlindungan dan pemenuhan hak anak demi masa depan bangsa.

Sejarah dan Asal Usul

Gagasan mengenai hari khusus anak Indonesia telah berproses cukup panjang sejak era kemerdekaan:

Gagasan Awal (1951–1952)Peringatan hari besar ini terjadi pada saat Kongres Wanita Indonesia (Kowani) merintis gagasan Hari Kanak-Kanak Nasional pada tahun 1951. Perayaan pertama diadakan tahun 1952 melalui Pekan Kanak-Kanak yang disambut langsung oleh Presiden Soekarno di Istana Merdeka.

Tanggal perayaan sempat berubah beberapa kali, mulai dari pekan kedua Juli, hingga dipindahkan ke awal Juni. Melalui Keputusan Presiden (Keppres) No. 44 Tahun 1984, Presiden Soeharto meresmikan 23 Juli sebagai Hari Anak Nasional. Tanggal ini dipilih karena disahkannya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak pada tanggal tersebut—menjadi payung hukum pertama yang secara khusus mengatur kesejahteraan dan hak-hak anak. s1keperawatan.fk.unesa.ac.id+ 2

Visi dan Misi Utama

Visi: Terwujudnya Indonesia yang ramah dan aman bagi anak guna membentuk generasi penerus yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap memimpin bangsa.

Misi:

  1. Pemenuhan 4 Hak Dasar Anak: Hak atas kelangsungan hidup, tumbuh berkembang, perlindungan dari kekerasan/diskriminasi, serta hak partisipasi. ITERA
  2. Penguatan Sinergi: Menggandeng kolaborasi antara orang tua, lembaga pendidikan, masyarakat, dan pemerintah. ITERA
  3. Pencegahan Eksploitasi: Menghentikan segala bentuk kekerasan, perkawinan usia anak, serta pekerja anak di bawah umur.

Perspektif Kesehatan dan Pendidikan

DimensiFokus UtamaTarget Implementasi
Kesehatan• Pencegahan stunting & pemenuhan gizi seimbang
• Kesehatan mental & psikologis anak
• Imunisasi lengkap & akses medis merata
Menjamin tumbuh kembang fisik dan otak anak berjalan optimal sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Pendidikan• Pendidikan inklusif tanpa diskriminasi
• Literasi digital yang aman dan positif
• Pembentukan moral, akhlak, dan karakter
Mempersiapkan daya saing global tanpa menghilangkan nilai budaya dan etika bangsa.

Kader Bangsa dan Masa Depan Gemilang

Anak-anak bukan sekadar objek yang dilindungi, melainkan subjek aktif dan aset berharga (kader bangsa) yang akan memegang kemudi Indonesia menuju bonus demografi dan Indonesia Emas 2045:

  • Pengkaderan Karakter: Anak yang dibesarkan dalam lingkungan bebas kekerasan, kaya edukasi, dan terjamin kesehatannya akan tumbuh menjadi pemimpin yang berintegritas dan empati tinggi.
  • Tanggung Jawab Kolektif: Masa depan gemilang tidak terwujud secara instan; negara bertindak menyediakan regulasi, sekolah memberikan ruang eksplorasi, dan keluarga memberi pondasi kasih sayang terdepan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *