info@mujatim.or.id
Kabupaten
cropped-favicon-1

Majelis Ulama Indonesia Sidoarjo

Home » Uncategorized  »  Hari Penerjemahan Internasional dan Peran Strategisnya
Hari Penerjemahan Internasional dan Peran Strategisnya
Hari Penerjemahan Internasional dan Peran Strategisnya
International translation day. September 30. Vector illustration of international translation day.. Holiday concept for banner, poster, card and background design.

Oleh : Dr. KH. Achmad Muhammad, MA

Hari Penerjemahan Internasional (International Translation Day) diperingati setiap tanggal 30 September untuk mengapresiasi peran penting para profesional bahasa dalam menyatukan bangsa, memfasilitasi dialog, serta mendorong perdamaian dan pembangunan global.

Sejarah dan Asal Usul

  1. St. Jerome (Santo Hieronimus): Tanggal 30 September dipilih untuk memperingati hari wafatnya St. Jerome (347–420 M), seorang penterjemah Alkitab ke dalam bahasa Latin (Vulgata). Ia diakui secara global sebagai pelindung para penerjemah.
  2. Inisiatif FIT (1953 & 1991): International Federation of Translators (FIT) yang didirikan pada 1953 mulai mempromosikan gagasan Hari Penerjemahan Internasional pada tahun 1991 untuk membangun identitas profesional penerjemah di seluruh dunia.
  3. Pengakuan Resmi PBB (2017): Majelis Umum PBB secara resmi mengesahkan Resolusi 71/288 pada 24 Mei 2017, menetapkan 30 September sebagai hari peringatan internasional untuk mengakui kontribusi penerjemahan dalam menghubungkan antarbangsa.

Peran dalam Kemajuan Ilmu Pengetahuan

Penerjemahan adalah motor utama akumulasi dan transmisi pengetahuan sepanjang sejarah manusia:

  • Transfer Pengetahuan Lintas Era: House of Wisdom (Bayt al-Hikmah) di Baghdad pada abad ke-8 hingga ke-13 menjadi pusat penerjemahan karya-karya Yunani, Persia, dan India ke bahasa Arab. Karya-karya ini kemudian diterjemahkan ke bahasa Latin pada Renaisans Eropa, memicu Revolusi Ilmiah Barat.
  • Demokratisasi Sains: Hasil riset medis, teknologi, dan akademis terkini yang ditulis dalam bahasa mayoritas (seperti Inggris) dapat diakses, dipelajari, dan dikembangkan oleh peneliti dari seluruh belahan dunia berkat penerjemahan.
  • Standardisasi Terminologi: Penerjemahan ilmiah membantu membakukan istilah teknis, memungkinkan kolaborasi riset internasional seperti proyek ruang angkasa, eksperimen fisika, dan penanganan pandemi global.

Perspektif Geopolitik, Ekonomi, Sosial, dan Budaya (Geopoleksosbud)

                       ┌─────────────────────────┐
                       │       PENERJEMAHAN      │
                       └────────────┬────────────┘
        ┌───────────────────┬───────┴───────┬───────────────────┐
        ▼                   ▼               ▼                   ▼
  [ GEOPOLITIK ]       [ EKONOMI ]      [ SOSIAL ]          [ BUDAYA ]
  Diplomasi & Hukum    Perdagangan &    Akses HAM &       Pelestarian &
  Internasional        Pasar Global     Layanan Publik     Pertukaran Ide

1. Geopolitik

  • Diplomasi dan Perjanjian Internasional: Penerjemahan dan penjurubahasaan (interpreting) yang akurat adalah syarat mutlak dalam negosiasi iklim, traktat perdamaian, dan hukum antarnegara di PBB maupun ASEAN. Kesalahan kecil dalam penerjemahan dokumen diplomatik dapat memicu krisis politik.
  • Resolusi Konflik: Penerjemah di daerah konflik membantu komunikasi antara pasukan penjaga perdamaian, organisasi kemanusiaan, dan masyarakat lokal.

2. Ekonomi

  • Globalisasi dan Perdagangan: Penerjemahan memungkinkan lokalisasi produk, pemasaran lintas negara, serta pengoperasian rantai pasok global.
  • Industri Konten dan Teknologi: Perusahaan teknologi, game, dan platform streaming bergantung pada penerjemahan untuk menjangkau pengguna di pasar global.

3. Sosial

  • Inklusi dan Hak Asasi Manusia: Akses terhadap informasi hukum, medis, dan instruksi darurat bencana dalam bahasa daerah/lokal adalah hak dasar warga negara.
  • Bahasa Isyarat dan Komunitas Disabilitas: Penerjemahan bahasa isyarat memastikan kelompok disabilitas mendapatkan hak komunikasi yang setara di ruang publik.

4. Budaya

  • Pelestarian Bahasa Murni dan Daerah: Penerjemahan membantu mendokumentasikan dan mempertahankan bahasa minoritas serta terancam punah.
  • Pertukaran Literatur dan Pemikiran: Melalui terjemahan novel, puisi, dan karya filsafat, masyarakat dunia dapat memahami realitas, sejarah, dan perspektif budaya lain tanpa batas geografis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *