info@mujatim.or.id
Kabupaten
cropped-favicon-1

Majelis Ulama Indonesia Sidoarjo

Home » Uncategorized  »  Hari Kerohanian dan Geopoleksosbud Bangsa
Hari Kerohanian dan Geopoleksosbud Bangsa
Hari Kerohanian dan Geopoleksosbud Bangsa

Oloeh : Dr. KH. Achnad Muhammad, MA

Peringatan Hari Kerohanian Nasional yang jatuh setiap tanggal 3 November merupakan salah satu momentum penting dalam kalender kebangsaan Indonesia. Peringatan ini tidak hanya berakar pada kesadaran historis membangun mental bangsa, tetapi juga memiliki irisan yang kuat dengan konsep nation and character building jika dibedah melalui perspektif Geopoleksosbud (Geopolitik, Poleks/Politik-Ekonomi, dan Sosbud/Sosial-Budaya).

Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai sejarah, asal-usul, serta signifikansinya dalam kerangka pembangunan karakter bangsa:

1. Sejarah dan Asal-Usul Hari Kerohanian

  • Akar Tradisi (Era 1980-an): Peringatan Hari Kerohanian berakar dari tradisi pembinaan mental, moral, dan spiritual yang digalakkan di lingkungan institusi pendidikan serta instansi pemerintahan sejak era 1980-an.
  • Refleksi Sila Pertama: Tanggal 3 November kemudian disepakati dan diperingati secara luas sebagai Hari Kerohanian Nasional untuk merefleksikan nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa.
  • Tujuan Utama: Menghormati keragaman agama dan keyakinan di Indonesia, memperkuat keimanan, menumbuhkan toleransi antarumat beragama, serta menyeimbangkan pembangunan fisik (jasmani) dengan integritas batin (rohani) di tengah arus modernisasi.

2. Urgensi Nation and Character Building dalam Perspektif Geopoleksosbud

Nation and character building (pembangunan bangsa dan karakter) yang digagas oleh Bung Karno menemukan relevansi utamanya ketika dianalisis melalui pendekatan komprehensif Geopoleksosbud:

A. Perspektif Geopolitik (Geografi dan Politik Wilayah)

  • Indonesia adalah negara kepulauan (archipelagic state) yang sangat luas dengan posisi silang strategis dunia. Secara geopolitik, luasnya wilayah rentan terhadap disintegrasi jika tidak disatukan oleh "jiwa" atau ikatan batin yang kuat.
  • Kerohanian dan karakter bangsa berfungsi sebagai lem perekat geopolitik. Ketahanan nasional (national resilience) tidak hanya diukur dari kekuatan militer atau penguasaan teritorial, tetapi juga dari ketahanan mental warganya yang berpijak pada nilai moral dan spiritual yang luhur.

B. Perspektif Politik & Ekonomi (Polek)

  • Politik: Kebijakan negara dalam merawat keragaman lewat momentum kerohanian memperkuat legitimasi Pancasila sebagai ideologi terbuka yang demokratis dan berkeadaban. Stabilitas politik lahir dari warga negara yang memiliki kematangan etika dan tidak mudah terprovokasi oleh politik identitas yang sempit.
  • Ekonomi: Pembangunan ekonomi yang materialistis tanpa fondasi karakter (character building) seringkali melahirkan korupsi, kesenjangan, dan kapitalisme yang merusak. Nilai kerohanian mengajarkan etos kerja yang jujur, amanah, berkeadilan sosial, dan bertanggung jawab—yang merupakan modal utama pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

C. Perspektif Sosial-Budaya (Sosbud)

  • Aspek sosial-budaya adalah wadah utama tempat kerohanian bersemi. Indonesia memiliki ratusan suku, bahasa, dan tradisi lokal yang sarat dengan nilai spiritualitas (kearifan lokal).
  • Melalui pendekatan sosbud, Hari Kerohanian memperkuat kohesi sosial. Gotong royong, toleransi, dan sikap tepa selira (tenggang rasa) yang berakar dari kebudayaan Nusantara dipadukan dengan nilai-nilai religiusitas membentuk benteng pertahanan terhadap penetrasi budaya asing yang destruktif.

Kesimpulan

Hari Kerohanian bukan sekadar seremoni kalender, melainkan pengingat bahwa pembangunan fisik dan infrastruktur suatu negara akan rapuh tanpa pembangunan jiwa (soul). Dalam bingkai Geopoleksosbud, penguatan kerohanian dan karakter (nation and character building) adalah kompas moral agar Indonesia tetap kokoh sebagai bangsa yang besar, bersatu dalam keberagaman, berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi, dan berkepribadian secara budaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *