info@mujatim.or.id
Kabupaten
cropped-favicon-1

Majelis Ulama Indonesia Sidoarjo

Home » Uncategorized  »  Yoga: Sejarah, Manfaat, dan Kesejahteraan Global
Yoga: Sejarah, Manfaat, dan Kesejahteraan Global
Yoga: Sejarah, Manfaat, dan Kesejahteraan Global

Oleh : Dr. KH. Achmad Muhammad, MA

Hari Yoga Internasional, sejarah, asal usul, dan perspektifnya dalam penyegaran dan kesehatan jiwa raga untuk menggapai ketenangan dan ketentraman batin dan keyakinan dalam kehidupan sejahtera bangsa-bangsa secara global.

Hari Yoga Internasional (International Day of Yoga) bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan sebuah gerakan global yang mengingatkan umat manusia akan pentingnya keselarasan antara pikiran, tubuh, dan jiwa. Di tengah dinamika dunia modern yang penuh tekanan, yoga hadir sebagai instrumen universal untuk menggapai ketenangan batin dan kesejahteraan bersama.

Berikut penjelasan mendalam mengenai sejarah, asal-usul, serta perspektif yoga bagi kesehatan jiwa raga secara global.

Asal-Usul dan Sejarah Hari Yoga Internasional

1. Asal-Usul Filosofi Yoga

Secara etimologi, kata Yoga berasal dari bahasa Sanskerta yaitu Yuj, yang berarti "penyatuan", "menggabungkan", atau "mempersatukan". Praktik kuno ini lahir di India lebih dari 5.000 tahun yang lalu sebagai sistem latihan fisik, mental, dan spiritual.

Tujuan awal dari yoga adalah menyelaraskan kesadaran individu dengan kesadaran semesta, menciptakan harmoni mutlak antara manusia dengan dirinya sendiri serta alam sekitarnya.

2. Lahirnya Hari Yoga Internasional

Gagasan untuk menetapkan satu hari khusus bagi perayaan yoga diinisiasi oleh Perdana Menteri India, Narendra Modi.

  • Pencetus: Pada tanggal 27 September 2014, PM Narendra Modi menyampaikan pidato di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA), mengusulkan sebuah hari untuk merayakan yoga.
  • Adopsi Resolusi: Usulan tersebut mendapat dukungan luar biasa. Melalui Resolusi PBB 69/131, tanggal 21 Juni resmi ditetapkan sebagai Hari Yoga Internasional. Resolusi ini disponsori bersama oleh 175 negara anggota PBB tanpa melalui pemungutan suara (aklamasi)—sebuah rekor dukungan tertinggi untuk resolusi majelis umum mana pun. Perayaan pertamanya dimulai pada 21 Juni 2015.
  • Mengapa 21 Juni? Tanggal ini bertepatan dengan Summer Solstice (Titik Balik Matahari Musim Panas) di belahan bumi utara, hari terpanjang dalam setahun. Dalam tradisi yoga, momentum ini menandai transisi menuju musim yang dianggap membawa energi kosmis yang mendukung praktik spiritual dan kesehatan.

Perspektif Yoga: Penyegaran Jiwa Raga & Ketenangan Batin

Yoga melampaui batas-batas olahraga konvensional. Latihan ini mengombinasikan Asanas (postur tubuh), Pranayama (pengaturan napas), dan Dhyana (meditasi).

Berbagai pose dasar yoga untuk menjaga keseimbangan mental dan fisik. Source: Tops And Shoots Careers

Kesehatan Fisik (Raga)

Secara fisik, gerakan-gerakan terkendali dalam yoga berfungsi sebagai detoksifikasi alami. Manfaat utamanya meliputi:

  • Meningkatkan kelenturan otot dan kekuatan inti tubuh (core strength).
  • Memperbaiki sistem sirkulasi darah dan fungsi kardiovaskular.
  • Menstimulasi metabolisme serta menjaga keseimbangan hormon tubuh.

Kesehatan Mental (Jiwa)

Ketika tubuh bergerak secara selaras dengan napas, pikiran dipaksa untuk berada di momen saat ini (mindfulness). Hal ini memicu penurunan hormon kortisol (hormon stres) secara signifikan. Data ilmiah dari World Health Organization (WHO) menegaskan bahwa meditasi dan yoga secara rutin membantu meredakan gejala kecemasan (anxiety) dan depresi, serta meningkatkan kualitas tidur.

Menggapai Ketenangan Batin (Inner Peace)

Ketenangan sejati didapat ketika riuh rendahnya pikiran dapat diredam. Melalui yoga, seseorang belajar untuk mengendalikan respons emosionalnya terhadap stimulus luar. Efek ketenangan batin ini memunculkan rasa syukur, penerimaan diri, dan keyakinan dalam menjalani kehidupan yang dinamis.

Kesejahteraan Bangsa secara Global

PBB mengadopsi yoga bukan sekadar untuk gaya hidup sehat individu, melainkan karena potensi besarnya dalam membangun kesejahteraan bangsa secara global.

  • Visi "One Earth, One Health": Agenda Hari Yoga Internasional menekankan bahwa kesehatan manusia tidak dapat dipisahkan dari kesehatan bumi. Gaya hidup yogis mengajarkan prinsip konsumsi yang berkesadaran, harmoni dengan alam, dan kedamaian tanpa kekerasan (Ahimsa).
  • Alat Diplomasi dan Perdamaian: Di tengah konflik geopolitik global, yoga bertindak sebagai jembatan soft power budaya. Yoga tidak mengenal batas negara, ras, maupun agama; jutaan orang dari latar belakang berbeda duduk berdampingan di atas matras yang sama dengan satu tujuan: harmoni.
  • Investasi Kesehatan Preventif: Bagi negara-negara di dunia, mempromosikan yoga berarti menekan anggaran pengobatan publik. Praktik preventif (pencegahan) ini secara empiris mengurangi beban penyakit kronis akibat stres kerja dan gaya hidup tidak sehat di era modern.

Melalui Hari Yoga Internasional, dunia diingatkan kembali bahwa kemakmuran suatu bangsa tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi atau kecanggihan teknologi, melainkan dari kedamaian komunal dan kesehatan holistik jiwa-raga setiap manusianya.

Meluangkan waktu 5 hingga 10 menit di sela-sela kesibukan rumah atau pekerjaan sangat efektif untuk melepaskan ketegangan otot dan menyegarkan pikiran.

Berikut panduan langkah demi langkah gerakan yoga sederhana untuk pemula, yang dibagi menjadi dua kategori: Yoga di Meja Kerja (Desk Yoga) tanpa perlu menggelar matras, dan Yoga Ringan di Rumah.

Bagian 1: Desk Yoga (Bisa Dilakukan di Tempat Kerja)

Gerakan ini dirancang khusus untuk mengatasi kekakuan akibat terlalu lama duduk menghadap komputer.

1. Seated Cat-Cow Stretch (Peregangan Tulang Belakang)

Fungsi: Merilekskan otot punggung, leher, dan bahu yang tegang.

  • Langkah 1: Duduk tegak di kursi dengan kedua telapak kaki menempel rata di lantai. Letakkan kedua tangan di atas lutut.
  • Langkah 2 (Posisi Cow): Tarik napas dalam-dalam, dorong dada ke depan, lengkungkan punggung ke dalam, dan arahkan pandangan sedikit ke atas. Biarkan bahu Anda terbuka lebar.
  • Langkah 3 (Posisi Cat): Hembuskan napas perlahan, bulatkan punggung ke arah belakang (seperti kucing), tarik perut ke dalam, dan tundukkan kepala hingga dagu mendekati dada.
  • Durasi: Ulangi siklus ini sebanyak 5–8 kali searah dengan ritme napas Anda.

2. Seated Spinal Twist (Puntiran Kursi)

Fungsi: Mengurangi pegal di punggung bawah dan melancarkan pencernaan.

  • Langkah 1: Duduk tegak, pastikan panggul Anda seimbang di atas kursi.
  • Langkah 2: Tarik napas untuk memanjangkan tulang belakang. Saat mengembuskan napas, putar badan Anda secara perlahan ke arah kanan.
  • Langkah 3: Letakkan tangan kiri di atas lutut kanan, dan tangan kanan memegang sandaran atau dudukan kursi belakang sebagai penopang.
  • Langkah 4: Tahan posisi ini selama 3–5 tarikan napas dalam, lalu kembali ke tengah. Ulangi ke sisi sebaliknya (kiri).

3. Desk Shoulder Opener (Peregangan Bahu & Dada)

Fungsi: Membuka rongga dada dan memperbaiki postur tubuh yang membungkuk.

  • Langkah 1: Dorong kursi Anda sedikit menjauh dari meja kerja.
  • Langkah 2: Letakkan kedua telapak tangan atau lengan bawah di tepi meja dengan jarak selebar bahu.
  • Langkah 3: Turunkan kepala dan dada Anda ke arah lantai secara perlahan (di antara kedua lengan) hingga merasakan peregangan di area bahu dan dada atas.
  • Durasi: Tahan selama 5 tarikan napas dalam dan rileks.

Bagian 2: Yoga Ringan di Rumah (Menggunakan Matras/Lantai)

Gerakan ini sangat baik dilakukan di pagi hari untuk mengumpulkan energi, atau malam hari sebelum tidur untuk melepaskan stres.

1. Child’s Pose (Balasana)

Fungsi: Pose istirahat yang sangat baik untuk menenangkan sistem saraf dan meregangkan punggung bawah.

Plaintext

       (Kepala rileks ke lantai)
           O____ 
          //   \\  (Tangan lurus ke depan)
   _//___//_____\\_____
  (_______Panggul ke tumit)
  • Langkah 1: Berlututlah di atas lantai atau matras. Satukan kedua jempol kaki Anda, lalu buka lutut selebar pinggul atau matras.
  • Langkah 2: Turunkan panggul Anda ke belakang hingga duduk di atas tumit.
  • Langkah 3: Sembari mengembuskan napas, rebahkan badan ke depan di antara paha. Luruskan kedua lengan jauh ke depan dengan telapak tangan menghadap ke bawah, lalu tempelkan dahi Anda ke lantai.
  • Durasi: Bernapaslah dengan tenang dan tahan posisi ini selama 1–2 menit.

2. Mountain Pose (Tadasana)

Fungsi: Membangun kesadaran tubuh, memperbaiki postur, dan melatih fokus batin.

  • Langkah 1: Berdiri tegak dengan kedua kaki rapat atau dibuka selebar pinggul. Distribusikan berat badan secara merata di kedua kaki.
  • Langkah 2: Biarkan kedua lengan menggantung rileks di samping tubuh dengan telapak tangan menghadap ke depan. Buka dada dan turunkan bahu jauh dari telinga.
  • Langkah 3: Pejamkan mata. Tarik napas dalam melalui hidung, rasakan tubuh memanjang ke atas, lalu hembuskan napas perlahan sembari merasakan kaki Anda kokoh mencengkeram bumi.
  • Durasi: Tahan selama 1 menit sambil berfokus penuh pada aliran napas.

3. Legs-Up-the-Wall Pose (Viparita Karani)

Fungsi: Pose pemulihan total yang sangat baik untuk melancarkan sirkulasi darah dan merilekskan kaki yang lelah setelah seharian berdiri atau duduk.

  • Langkah 1: Geser matras Anda merapat ke dinding. Duduklah menyamping dengan satu pinggul menempel di dinding.
  • Langkah 2: Rebahkan punggung Anda ke lantai secara perlahan sembari mengayunkan kedua kaki ke atas hingga bersandar lurus pada dinding.
  • Langkah 3: Geser bokong Anda sedekat mungkin dengan dinding (jika paha belakang terasa kaku, beri jarak beberapa sentimeter dari dinding).
  • Langkah 4: Buka kedua tangan di samping tubuh dengan telapak menghadap ke atas. Pasrahkan seluruh beban tubuh Anda ke lantai.
  • Durasi: Pejamkan mata dan nikmati posisi ini selama 5–10 menit.

💡 Tips Kunci untuk Pemula:

Yoga bukan tentang seberapa lentur tubuh Anda, melainkan tentang bagaimana Anda hadir dan menyadari napas Anda. Jangan memaksakan gerakan hingga terasa sakit; cukup lakukan hingga batas regangan yang nyaman (sweet pain).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *