info@mujatim.or.id
Kabupaten
cropped-favicon-1

Majelis Ulama Indonesia Sidoarjo

Home » Uncategorized  »  Akhlak dan Mukjizat Rasulullah SAW
Akhlak dan Mukjizat Rasulullah SAW
Akhlak dan Mukjizat Rasulullah SAW

Oleh : Dr. KH. Achmad Muhammad, MA

Adab dan akhlak kehidupan Nabi, adab Rasulullah saw, akhlak Rasulullah yang dikumpulkan sebagian ulama dan dikutip dari hadis-hadis, bicara dan tertawanya, akhlak dan adab Nabi ketika makan, adab dan akhlak Nabi dalam berpakaian, keberanian Rasulullah saw, mukjizat Rasulullah saw, jelaskan.

Membahas tentang pribadi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (saw) bagaikan menyelami samudra keindahan yang tidak ada habisnya. Keagungan akhlak beliau bahkan dipuji langsung oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an: "Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung." (QS. Al-Qalam: 4).

Para ulama, seperti Imam Al-Bukhari dalam Adabul Mufrad atau Imam At-Tirmidzi dalam Syamail Muhammadiyah, telah mengumpulkan hadis-hadis yang merekam dengan sangat detail bagaimana keseharian beliau.

Berikut penjelasan mengenai adab, akhlak, keseharian, hingga mukjizat Rasulullah saw yang bersumber dari riwayat-riwayat sahih:

1. Bicara dan Tertawanya Rasulullah saw

Rasulullah saw adalah teladan terbaik dalam berkomunikasi. Beliau tidak berbicara kecuali untuk hal-hal yang mendatangkan maslahat dan pahala.

  • Cara Berbicara: Tutur kata beliau sangat jelas, sistematis, dan tidak terburu-buru. Sayyidah Aisyah radhiallahu 'anha (ra) menceritakan: "Rasulullah saw tidaklah berbicara dengan cepat sebagaimana kalian. Beliau berbicara dengan kata-kata yang jelas dan tegas, orang yang duduk bersamanya akan dapat menghafalnya." (HR. At-Tirmidzi). Beliau juga sering mengulang kalimatnya sebanyak tiga kali jika dirasa penting agar pendengar benar-benar paham.
  • Cara Tertawa: Rasulullah saw adalah pribadi yang murah senyum, namun beliau sangat jarang tertawa terbahak-bahak hingga terlihat amandelnya. Mayoritas tawa beliau adalah senyuman hangat. Aisyah ra berkata: "Aku tidak pernah melihat Rasulullah saw tertawa terbahak-bahak hingga terlihat anak tekaknya, melainkan beliau hanya tersenyum." (HR. Bukhari & Muslim).
2. Adab dan Akhlak ketika Makan

Makan bagi Rasulullah saw bukan sekadar pemuas lapar, melainkan bagian dari ibadah yang diatur dengan adab yang mulia.

  • Sebelum dan Saat Makan: Beliau selalu membaca Basmalah sebelum makan dan menggunakan tangan kanan. Beliau juga mendahulukan mengambil makanan yang paling dekat posisinya.
  • Posisi Duduk: Beliau tidak pernah makan sambil bersandar (menyombongkan diri). Beliau bersabda: "Aku tidak makan dalam keadaan bersandar." (HR. Bukhari). Biasanya beliau duduk menekuk lutut atau duduk di atas kaki kiri dan menegakkan kaki kanan (duduk iq'a).
  • Menghargai Makanan: Rasulullah saw sangat menghargai rezeki Allah. Beliau tidak pernah mencela makanan sama sekali. "Jika beliau menyukainya, beliau memakannya. Jika tidak menyukainya, beliau meninggalkannya (tanpa mencaci)." (HR. Bukhari & Muslim). Setelah makan, beliau menjilati jari-jarinya (untuk memastikan tidak ada berkah makanan yang terbuang) dan membaca doa syukur.
3. Adab dan Akhlak dalam Berpakaian

Penampilan Rasulullah saw selalu rapi, bersih, dan bersahaja, jauh dari kesan berlebih-lebihan (israf) maupun kesombongan.

  • Pakaian Favorit: Pakaian yang paling disukai Rasulullah saw untuk dikenakan adalah gamis (pakaian kurung yang menyatu dari bahu hingga mata kaki) karena lebih menutup aurat dan praktis, serta kain hibarah (sejenis Yamanun, kain bercorak dari Yaman).
  • Warna Pilihan: Beliau sangat menyukai pakaian berwarna putih dan menganjurkan umatnya untuk memakainya, terutama saat ibadah atau untuk mengkafani jenazah. Namun, dalam beberapa riwayat, beliau juga pernah mengenakan pakaian berwarna hijau, merah (bergaris), dan hitam.
  • Aturan Mengenakan Pakaian: Beliau selalu mendahulukan bagian kanan saat memakai baju dan membaca doa syukur atas pakaian tersebut. Bagi laki-laki, beliau melarang pakaian yang menjulur melebihi mata kaki (isbal) karena kesombongan, serta melarang penggunaan sutra dan emas.
4. Keberanian Rasulullah saw

Keberanian Rasulullah saw bukanlah keberanian yang membabi buta, melainkan keteguhan jiwa, ketenangan di bawah tekanan, dan kesiapan berdiri di garis terdepan demi membela kebenaran.

  • Pelindung di Saat Genting: Para sahabat yang dikenal gagah berani sekalipun mengakui bahwa Rasulullah saw adalah yang paling berani di antara mereka. Ali bin Abi Thalib ra menuturkan: "Ketika perang berkecamuk hebat dan kedua pasukan telah saling berhadapan, kami berlindung di belakang Rasulullah saw. Tidak ada satu pun dari kami yang posisinya lebih dekat dengan musuh selain beliau." (HR. Ahmad).
  • Ketenangan Menghadapi Ancaman: Pernah suatu malam penduduk Madinah dikejutkan oleh suara dentuman keras yang menakutkan. Ketika para sahabat baru bersiap-siap menyelidiki sumber suara, mereka melihat Rasulullah saw sudah kembali dari arah suara tersebut sendirian, menunggangi kuda milik Abu Thalhah tanpa pelana, dengan pedang tergantung di lehernya. Beliau menenangkan warga dengan berkata: "Jangan takut, jangan takut." (HR. Bukhari & Muslim).
5. Mukjizat Rasulullah saw

Mukjizat adalah kejadian luar biasa yang Allah berikan kepada para nabi sebagai bukti kebenaran kenabian mereka. Mukjizat Rasulullah saw sangat banyak, baik yang berupa mukjizat maknawi (akal) maupun indrawi (fisik).

  • Al-Qur'anul Karim: Ini adalah mukjizat terbesar dan abadi. Al-Qur'an menantang seluruh manusia dan jin untuk membuat satu surah saja yang semisal dengannya, namun tidak ada yang mampu. Keindahan sastra, ketepatan nubuat masa depan, dan kandungan hukumnya tetap relevan sepanjang zaman.
  • Isra' Mikraj: Perjalanan luar biasa dalam satu malam dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Palestina, kemudian naik menembus lapisan langit hingga ke Sidratul Muntaha untuk menerima perintah salat lima waktu.
  • Terbelahnya Bulan: Ketika kaum kafir Quraisy menantang beliau untuk menunjukkan bukti kenabian, Rasulullah saw menunjuk ke arah bulan, dan atas izin Allah, bulan terbelah menjadi dua bagian di atas Gunung Abu Qubais. Peristiwa ini diabadikan dalam Surah Al-Qamar.
  • Air Mengalir dari Sela-Sela Jari: Dalam perjalanan (seperti di Hudaibiyah), saat para sahabat kehabisan air untuk berwudu dan minum, Rasulullah saw meletakkan tangannya ke dalam wadah yang hampir kosong. Seketika itu juga, air memancar dari sela-sela jari jemari beliau bagaikan mata air, hingga cukup untuk memenuhi kebutuhan ribuan sahabat beserta hewan tunggangan mereka.
  • Makanan yang Menjadi Banyak: Dalam Perang Khandaq, makanan yang awalnya hanya cukup untuk beberapa orang saja, diberkahi oleh Rasulullah saw sehingga mampu mengenyangkan seluruh pasukan kaum muslimin yang berjumlah sekitar seribu orang tanpa berkurang sedikit pun.

Sifat-sifat mulia ini menunjukkan bahwa beliau adalah sebaik-baik uswah (teladan) bagi umat manusia. Mempelajari dan mengamalkan adab serta akhlak beliau adalah salah satu jalan utama untuk meraih kecintaan Allah SWT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *