info@mujatim.or.id
Kabupaten
cropped-favicon-1

Majelis Ulama Indonesia Sidoarjo

Home » Uncategorized  »  Kenabian Muhammad Sejak Adam
Kenabian Muhammad Sejak Adam
Kenabian Muhammad Sejak Adam

Oleh : Dr. KH. Achmad Muhammad, MA

Dalam kitab Al-Wafa bi-Ahwal al-Musthafa (Kesempurnaan Pribadi Nabi Muhammad SAW) karya Imam Ibnul Jauzi, pembahasan mengenai awal masa kenabian dan pemujian nama beliau sejak zaman Nabi Adam a.s. ditempatkan pada bab-bab awal sebagai bentuk penetapan kemuliaan (keterpilihan) beliau sebelum alam semesta diciptakan secara fisik.

Tetapnya Status Kenabian Sebelum Penciptaan Manusia

Ibnul Jauzi memaparkan riwayat-riwayat shahih yang menegaskan bahwa kenabian Muhammad SAW sudah ditakdirkan dan ditetapkan oleh Allah SWT jauh sebelum wujud fisik beliau lahir ke dunia, bahkan sebelum Nabi Adam a.s. disempurnakan:

  • Hadits 'Irbadh bin Sariyah r.a.: Rasulullah SAW bersabda bahwa beliau telah tercatat sebagai penutup para nabi di sisi Allah tatkala Nabi Adam a.s. masih berwujud tanah.
  • Hadits Maisarah Al-Fajr r.a.: Saat ditanya kapan beliau ditetapkan menjadi Nabi, Rasulullah SAW menjawab: "Tatkala Adam masih berada di antara ruh dan jasad."

Pemujian dan Tertulisnya Nama Nabi Muhammad di 'Arsy

Pada bagian khusus pemujian nama beliau sejak zaman Nabi Adam a.s., Ibnul Jauzi menghimpun riwayat yang menerangkan bagaimana Nabi Adam a.s. pertama kali mengenal dan mengagungkan nama Muhammad SAW:

  • Penyandingan Nama di 'Arsy: Ketika Nabi Adam a.s. diciptakan dan mendongakkan kepalanya ke arah 'Arsy, beliau melihat terukir kalimat La ilaha illallah, Muhammad Rasulullah. Nabi Adam menyadari bahwa tidak ada nama yang disandingkan langsung dengan nama Allah kecuali ia adalah makhluk yang paling dicintai dan paling mulia di sisi-Nya.
  • Penegasan Firman Allah: Allah SWT mengonfirmasi persangkaan Nabi Adam a.s. dengan menegaskan bahwa Muhammad adalah nabi terakhir dari keturunannya, dan seandainya bukan karena Muhammad, Allah tidak akan menciptakan Adam.

Cahaya (Nur) Muhammad dan Pengenalan Para Malaikat

Ibnul Jauzi juga mengutip riwayat (di antaranya dari Ka'ab Al-Ahbar dan Wahb bin Munabbih) mengenai proses penciptaan dan penghormatan terhadap penciptaan Nabi Muhammad SAW:

  • Dikenal Malaikat Sebelum Adam: Bahan tanah calon makam Rasulullah dicampur dengan air surga dan diarak mengelilingi langit serta bumi. Hal ini membuat para malaikat mengenali nama, kedudukan, dan keutamaan Muhammad SAW bahkan sebelum mereka mengenal Nabi Adam a.s.
  • Pancaran Cahaya di Kening Adam: Ketika Nur (cahaya) Muhammad diletakkan pada kening Nabi Adam a.s., Allah memberitahukan kepada Adam bahwa cahaya tersebut adalah pemuka para nabi dan rasul dari garis keturunannya kelak.

Dalam kitab Al-Wafa bi-Ahwal al-Musthafa karya Imam Ibnul Jauzi, penjelasan mengenai Asal Tanah Penciptaan Nabi Muhammad SAW diriwayatkan secara khusus dalam bab awal yang membahas kemuliaan bahan penciptaan dan kedudukan beliau di sisi Allah SWT sebelum penciptaan alam semesta.

Ibnul Jauzi mengutip riwayat dari Ka'ab Al-Ahbar yang menggambarkan proses pengambilan dan pengolahan tanah bahan penciptaan Rasulullah SAW sebagai berikut:

1. Diambil dari Calon Tempat Makam Beliau

Ketika Allah SWT berkehendak menciptakan Nabi Muhammad SAW, Allah memerintahkan Malaikat Jibril a.s. untuk turun ke bumi dan mengambil segenggam tanah putih. Tanah tersebut diambil tepat di lokasi yang kelak menjadi tempat peristirahatan terakhir (kuburan/makam) Rasulullah SAW di Tanah Suci.

2. Dicampur dengan Air Surga

Tanah putih yang diambil oleh Malaikat Jibril tersebut tidak langsung dibentuk, melainkan disucikan terlebih dahulu dengan cara dicampur dengan air surga (Ma'ul Jannah).

3. Dicelupkan ke Sungai-Sungai Surga

Setelah dicampur air surga, gumpalan tanah suci tersebut dicelupkan ke dalam sungai-sungai yang ada di dalam surga. Proses ini menyempurnakan kesucian, keharuman, dan keagungan materi fisik yang kelak menjadi jasad Sang Penutup Para Nabi.

4. Diarak Mengelilingi Langit dan Bumi

Malaikat Jibril kemudian membawa gumpalan tanah suci yang telah disucikan tersebut mengelilingi seluruh penjuru langit dan bumi. Melalui proses ini, para penghuni langit (para malaikat) dapat mengenali nama, kedudukan, serta keutamaan Nabi Muhammad SAW jauh sebelum mereka mengenal Nabi Adam a.s.

5. Dipancarkan sebagai Cahaya (Nur) pada Kening Nabi Adam a.s.

Setelah proses penyucian materi tanah tersebut, kilau keagungan (Nur Muhammad) terpancar di kening Nabi Adam a.s. ketika beliau diciptakan. Allah SWT lalu menegaskan kepada Nabi Adam:

"Wahai Adam, ini adalah penghulu keturunanmu dari para Nabi dan Rasul."

Cahaya ini kemudian senantiasa berpindah melalui tulang sulbi laki-laki yang suci ke rahim wanita yang suci secara berantai hingga akhirnya terpancar sempurna saat kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Keutamaan Makna Riwayat Ini

Melalui riwayat dalam kitab Al-Wafa ini, Ibnul Jauzi hendak menunjukkan bahwa:

  • Persiapan Sejak Awal: Jasad fisik Rasulullah SAW disiapkan dari materi tanah bumi yang paling bersih dan disucikan langsung oleh air serta sungai surga.
  • Keutamaan Tempat Makam: Lokasi keberadaan makam beliau di Madinah memiliki keterikatan spiritual sejak awal mula penciptaan materi fisik beliau.
  • Penyucian Nasab: Seluruh mata rantai pembawa materi/cahaya beliau dijaga dari perbuatan tercela atau maksiat (sebagaimana ditegaskan pula dalam riwayat Ibnu Abbas bahwa beliau selalu berpindah dari pernikahan yang sah, bukan perbuatan zina).

Dalam kitab Al-Wafa bi-Ahwal al-Musthafa karya Imam Ibnul Jauzi, pembahasan mengenai doa Nabi Ibrahim a.s. dijadikan sebagai salah satu bukti historis dan teologis bahwa kedatangan Nabi Muhammad SAW telah didoakan dan dinantikan oleh para nabi terdahulu (Basyarah/Doa Para Nabi).

1. Landasan Hadits dalam Kitab Al-Wafa

Ibnul Jauzi mencantumkan riwayat shahih dari Rasulullah SAW ketika para sahabat bertanya mengenai awal mula perkara kenabian beliau. Rasulullah SAW bersabda:

أَنَا دَعْوَةُ أَبِي إِبْرَاهِيمَ، وَبُشْرَى عِيسَى "Aku adalah hasil dari doa ayahku Ibrahim, dan kabar gembira yang disampaikan oleh 'Isa."

2. Teks dan Makna Doa Nabi Ibrahim a.s.

Doa yang dimaksud oleh Rasulullah SAW adalah doa yang dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim a.s. bersama putranya, Nabi Ismail a.s., tatkala mereka selesai meninggikan pondasi Baitullah (Ka'bah) di Makkah. Doa ini diabadikan dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 129:

رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

"Ya Tuhan kami, utuslah di tengah-tengah mereka seorang Rasul dari kalangan mereka sendiri, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat-Mu, dan mengajarkan kepada mereka Kitab (Al-Qur'an) dan Hikmah (As-Sunnah), serta menyucikan mereka. Sungguh, Engkaulah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana."

3. Penjelasan Ibnul Jauzi dalam Kitab Al-Wafa

Ibnul Jauzi menjelaskan beberapa keutamaan dan kedalaman makna dari doa Nabi Ibrahim a.s. ini:

  • Pengkhususan Keturunan Ismail a.s.: Nabi Ibrahim a.s. memohon agar utusan tersebut lahir dari garis keturunan Nabi Ismail a.s. yang bertempat tinggal di sekitar Ka'bah (Makkah). Allah SWT mengabulkan doa tersebut dengan mengutus Nabi Muhammad SAW—satu-satunya nabi dan rasul dari bangsa Arab keturunan Ismail a.s.
  • Empat Misi Utama Kenabian: Doa Nabi Ibrahim mencakup empat pilar dakwah yang kelak dijalankan oleh Nabi Muhammad SAW:
    1. Membacakan Ayat (التلاوة): Menyampaikan wahyu Allah SWT secara murni kepada umat manusia.
    2. Mengajarkan Al-Kitab (تعليم الكتاب): Mengajarkan isi, hukum, dan pemahaman Al-Qur'an.
    3. Mengajarkan Al-Hikmah (تعليم الحكمة): Mengajarkan As-Sunnah, pemahaman agama yang mendalam, dan kebijaksanaan bertindak.
    4. Penyucian Jiwa (Tazkiyah/التزكية): Membersihkan jiwa manusia dari syirik, penyakit hati, dan akhlak tercela.
  • Jarak Waktu Pengabulan Doa: Ibnul Jauzi menekankan kemuliaan doa ini, di mana Allah SWT mengabulkan doa Nabi Ibrahim a.s. beberapa ribu tahun setelah dipanjatkan. Hal ini menunjukkan bahwa pengutusan Nabi Muhammad SAW adalah puncak dari rencana Ilahi untuk penyempurnaan risalah kenabian.

https://share.gemini.google/3EEXbyZUIth7

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *