info@mujatim.or.id
Kabupaten
cropped-favicon-1

Majelis Ulama Indonesia Sidoarjo

Home » Uncategorized  »  Isra’ Mi’raj: Perspektif Islam dan Peringatan
Isra’ Mi’raj: Perspektif Islam dan Peringatan
Isra’ Mi’raj: Perspektif Islam dan Peringatan

Oleh : Dr. KH. Achmad Muhammad, MA

Isra' Mi'raj merupakan salah satu peristiwa paling krusial dalam sejarah Islam. Peristiwa ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual yang sangat dalam bagi Nabi Muhammad SAW dan seluruh umat Muslim.

1. Perspektif Islam terhadap Isra' Mi'raj

Dalam Islam, Isra' Mi'raj dipandang sebagai mukjizat besar yang membuktikan kemahakuasaan Allah SWT dan kedudukan mulia Nabi Muhammad SAW.

  • Isra': Perjalanan Nabi dari Masjidil Haram (Makkah) ke Masjidil Aqsa (Palestina).
  • Mi'raj: Kenaikan Nabi dari Masjidil Aqsa menuju langit ketujuh hingga ke Sidratul Muntaha.
  • Inti Peristiwa (Perintah Salat): Di sinilah Nabi menerima perintah langsung dari Allah SWT untuk melaksanakan salat lima waktu. Bagi umat Islam, salat dianggap sebagai "Mi'raj-nya orang beriman," yaitu sarana komunikasi langsung antara hamba dengan Penciptanya.
  • Makna Spiritual: Peristiwa ini terjadi setelah "Tahun Kesedihan" (Amul Huzni), saat Nabi kehilangan istri tercinta Khadijah dan pamannya Abu Thalib. Allah menghibur Nabi dengan menunjukkan tanda-tanda kebesaran-Nya di langit.

2. Peringatan di Berbagai Negara Dunia

Meskipun esensi ibadahnya sama, budaya lokal mewarnai cara umat Islam merayakannya setiap tanggal 27 Rajab.

NegaraTradisi dan Cara Peringatan
IndonesiaDirayakan dengan sangat meriah dan beragam. Ada tradisi Rajaban di Cirebon, Rejeban Peksi Buraq di Yogyakarta (arak-arakan simbol Buraq dari jeruk bali), hingga pengajian umum dan pawai obor di berbagai desa.
TurkiDikenal sebagai Miraç Kandili (Malam Lilin). Menara-menara masjid diterangi cahaya lampu yang indah. Warga berkumpul di masjid untuk berdoa, berzikir, dan menikmati roti khas bernama Kandil Simidi.
PalestinaDipusatkan di Masjidil Aqsa. Warga mengenakan pakaian tradisional terbaik, mengadakan parade musik religius yang merdu, dan membagikan manisan serta makanan kepada anak-anak di sekitar kompleks masjid.
MesirKental dengan nuansa Sufi. Diadakan pembacaan puisi religius (syair) yang menceritakan perjalanan Nabi dan zikir bersama di masjid-masjid bersejarah seperti Al-Azhar di Kairo.
MalaysiaFokus pada edukasi keagamaan. Masjid dan surau mengadakan ceramah besar yang didukung pemerintah untuk memperkuat pemahaman generasi muda tentang makna salat.
Negara Barat (AS/Inggris)Karena minoritas, peringatan biasanya dilakukan lebih sederhana di pusat-pusat Islam (Islamic Center) dalam bentuk diskusi komunitas dan doa bersama pada malam hari.

3. Esensi yang Tetap Sama

Di balik perbedaan tradisi tersebut, terdapat benang merah yang menyatukan seluruh umat Muslim dunia dalam merayakan Isra' Mi'raj:

  1. Refleksi Kualitas Salat: Menilai kembali apakah salat kita sudah benar dan berdampak pada perilaku harian.
  2. Memperkuat Iman: Meyakini hal-hal gaib yang di luar nalar manusia melalui bukti kekuasaan Allah.
  3. Solidaritas: Momentum berkumpulnya umat untuk mempererat tali silaturahmi di masjid.

Tradisi peringatan Isra' Mi'raj di Indonesia mencerminkan akulturasi budaya yang sangat kaya, di mana nilai-nilai keagamaan berpadu dengan tradisi lokal yang unik di setiap daerah.

Berikut adalah penjelasan mengenai tradisi di Cirebon, Yogyakarta, dan beberapa kota besar lainnya:

1. Cirebon: Tradisi Rajaban

Di Cirebon, perayaan Isra' Mi'raj dikenal dengan istilah Rajaban. Tradisi ini dipusatkan di Keraton Kasepuhan dan Keraton Kanoman.

  • Ziarah Plangon: Warga melakukan ziarah ke makam Pangeran Pasarean di bukit Plangon.
  • Nasi Bogana: Setelah pengajian di keraton, para abdi dalem dan warga akan menikmati Nasi Bogana. Ini adalah nasi putih yang disajikan dengan berbagai lauk seperti tempe, tahu, telur, ayam suwir, dan bumbu kuning, yang melambangkan rasa syukur dan kebersamaan.
  • Pembacaan Kitab: Di Keraton Kanoman, sering diadakan pembacaan naskah kuno yang menceritakan perjalanan Nabi Muhammad SAW.

2. Yogyakarta: Rejeban Peksi Buraq

Yogyakarta memiliki tradisi unik yang diselenggarakan oleh Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, yaitu Hajad Dalem Yasa Peksi Burak.

  • Replika Buraq: Abdi dalem membuat replika burung Buraq (kendaraan Nabi) menggunakan kulit jeruk bali dan buah-buahan. Ada dua burung Buraq yang dibuat, melambangkan jantan dan betina.
  • Kirab Budaya: Replika ini diletakkan di atas gunungan buah dan bunga, lalu diarak oleh para abdi dalem dari Keraton menuju Masjid Gedhe Kauman.
  • Perebutan Berkah: Setelah didoakan, buah-buahan pada gunungan tersebut akan dibagikan atau diperebutkan oleh warga sebagai simbol mencari berkah.

3. Kota-Kota Lain di Indonesia

Berbagai daerah lain juga memiliki cara khas untuk merayakan hari besar ini:

  • Bandung (Jawa Barat) - Pawai Obor: Ribuan warga, mulai dari anak-anak hingga dewasa, berkeliling kampung sambil membawa obor dan melantunkan salawat serta yel-yel keagamaan untuk menyemarakkan malam Isra' Mi'raj.
  • Temanggung (Jawa Tengah) - Khataman Kitab Arjo: Warga berkumpul untuk mendengarkan pembacaan Kitab Arjo, sebuah naskah berbahasa Jawa dengan aksara Arab Pegon karya KH Ahmad Rifai yang menceritakan detail perjalanan Nabi ke langit.
  • Bangka Belitung - Nganggung: Tradisi membawa makanan di atas dulang (nampan besar) yang ditutup dengan tudung saji ke masjid. Makanan ini dimakan bersama-sama setelah acara doa dan ceramah selesai.
  • Lombok (NTB) - Ngurisan: Bersamaan dengan Isra' Mi'raj, masyarakat sering mengadakan tradisi mencukur rambut bayi secara massal sebagai bentuk rasa syukur dan harapan agar anak tumbuh dengan nilai-nilai Islam.

[LIVE] Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW Tingkat Kenegaraan Tahun 2023

Wakil Presiden Republik Indonesia · 11K views

https://youtube.com/watch?v=6EfzFmC7hkA%3Fhl%3Den%26rel%3D0%26showinfo%3D0%26enablejsapi%3D1%26origin%3Dhttps%253A%252F%252Fgemini.google.com%26widgetid%3D1%26forigin%3Dhttps%253A%252F%252Fgemini.google.com%252Fshare%252F671ad38f394e%26aoriginsup%3D0%26vf%3D1

Berikut adalah uraian peringatan Isra' Mi'raj berdasarkan pembagian wilayah dan negara:


1. Wilayah Timur Tengah (Arabia, Mesir, Palestina)

Di jantung dunia Islam, peringatan cenderung bersifat religius-spiritual namun memiliki warna lokal yang kuat.

  • Palestina (Masjidil Aqsa): Sebagai titik pusat peristiwa Isra' dan Mi'raj, warga Palestina merayakannya dengan sangat khidmat. Di kompleks Masjidil Aqsa, warga mengenakan pakaian tradisional terbaik, mengadakan parade musik religi, dan membagikan manisan kepada jamaah. Ini juga menjadi momen penguat identitas dan keteguhan iman mereka.
  • Mesir: Mesir sering merayakannya dengan tradisi Sufi. Di masjid-masjid besar seperti Al-Azhar, diadakan zikir massal dan pembacaan puisi religi (madih) yang memuji Nabi Muhammad SAW. Keluarga biasanya berkumpul untuk makan bersama setelah ceramah agama.
  • Arab Saudi: Arab Saudi tidak memiliki perayaan "nasional" atau hari libur khusus untuk Isra' Mi'raj (berdasarkan paham Wahabi yang menghindari ritual tambahan). Umat Muslim di sana memperingatinya secara individual dengan memperbanyak salat sunnah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi tanpa acara seremoni khusus.
  • Uni Emirat Arab: Meskipun bersifat moderat, UEA menjadikannya momen refleksi. Masjid-masjid mengadakan pengajian yang menekankan pada pentingnya salat dan ketaatan.

2. Wilayah Asia (Turki, Malaysia, Bangladesh)

Di Asia, peringatan sering kali melibatkan pencahayaan dan kegiatan komunitas yang meriah.

  • Turki (Miraç Kandili): Turki menyebut malam ini sebagai "Malam Lilin". Seluruh menara masjid diterangi cahaya lampu yang indah. Warga menikmati roti khusus bernama Kandil Simidi dan berkumpul di masjid untuk berdoa hingga larut malam.
  • Malaysia: Mirip dengan Indonesia, Malaysia menjadikannya hari libur di beberapa negara bagian. Fokus utamanya adalah edukasi bagi anak muda melalui ceramah di surau dan masjid tentang makna perjalanan spiritual Nabi.
  • Bangladesh: Masjid-masjid penuh dengan jamaah yang melakukan Qiyamul Lail (salat malam) dan membaca Al-Qur'an secara bersama-sama.

3. Wilayah Eropa, Amerika, dan Australia

Di negara-negara Barat di mana Muslim menjadi minoritas, peringatan difokuskan pada penguatan komunitas di pusat-pusat Islam.

  • Eropa (Inggris & Prancis): Peringatan biasanya dilakukan di akhir pekan terdekat. Komunitas Muslim mengadakan seminar atau lokakarya untuk mendiskusikan korelasi antara peristiwa Mi'raj dengan tantangan hidup modern.
  • Amerika Serikat: Muslim di Amerika sering merayakannya dengan konferensi kecil di Islamic Center. Di beberapa komunitas (seperti di Michigan), ada tradisi berbagi hidangan khas negara asal masing-masing jamaah untuk mempererat silaturahmi.
  • Kanada: Ada tradisi unik di beberapa komunitas Muslim Kanada, yaitu membuat permen kapas atau manisan untuk dibagikan kepada anak-anak dan tetangga sebagai simbol kegembiraan atas berkah salat yang diterima Nabi.
  • Australia: Lembaga kemanusiaan seperti Islamic Relief Australia sering menggunakan momen ini untuk menggalang dana bagi warga Palestina, mengaitkan perjalanan Nabi ke Al-Aqsa dengan kepedulian sosial terhadap penduduk di sana.

Ringkasan Karakteristik Perayaan

WilayahFokus UtamaCiri Khas
ArabiaSpiritual IndividualPerbanyak salat di Masjidil Haram
TurkiEstetika & CahayaLampu menara & roti Kandil Simidi
PalestinaIdentitas & BudayaPakaian tradisional di Masjidil Aqsa
BaratEdukasi & KomunitasSeminar di Islamic Center & makan bersama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *