info@mujatim.or.id
Kabupaten
cropped-favicon-1

Majelis Ulama Indonesia Sidoarjo

Home » Uncategorized  »  Sejarah dan Makna Paskah Kristen
Sejarah dan Makna Paskah Kristen
Sejarah dan Makna Paskah Kristen

Oleh : Dr. KH. Achmad Muhammad, MA

Kebangkitan Yesus Kristus, atau yang dirayakan sebagai Hari Paskah, merupakan peristiwa yang dianggap paling sentral dan krusial dalam seluruh ajaran iman Kristiani. Tanpa peristiwa ini, dasar kepercayaan Kristen dianggap akan runtuh. sejarah, asal-usul, dan perspektif teologisnya :

1. Asal-Usul Istilah dan Sejarah

Paskah berasal dari dua akar kata yang berbeda namun saling melengkapi dalam tradisi Kristen:

  • Paskah Yahudi (Pesakh): Dalam bahasa Ibrani berarti "melewati". Ini merujuk pada peristiwa pembebasan bangsa Israel dari perbudakan Mesir. Yesus disalibkan dan bangkit bertepatan dengan masa perayaan Pesakh ini.
  • Paskah Kristiani (Pascha): Bagi umat Kristen, makna "pembebasan" bergeser dari kebebasan fisik (perbudakan Mesir) menjadi kebebasan spiritual (pembebasan dari dosa dan maut).
  • Istilah "Easter": Dalam bahasa Inggris, kata Easter diduga berasal dari Eostre, dewi musim semi Jermanik, yang menandakan kehidupan baru dan kemenangan atas musim dingin.

2. Kronologi Sejarah Alkitabiah

Berdasarkan catatan Perjanjian Baru (Injil), kebangkitan Yesus terjadi pada hari ketiga setelah Ia wafat di kayu salib.

PeristiwaDeskripsi Singkat
Wafat (Jumat Agung)Yesus disalibkan di bukit Golgota dan wafat pada sore hari.
PemakamanTubuh-Nya diletakkan di kubur milik Yusuf dari Arimatea yang dijaga ketat.
Kebangkitan (Minggu)Pagi-pagi benar, para wanita (termasuk Maria Magdalena) menemukan kubur kosong. Malaikat menyatakan bahwa Ia telah bangkit.
PenampakanSelama 40 hari, Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya sebelum naik ke Surga.

3. Perspektif dalam Kepercayaan Kristiani

Bagi umat Kristiani, Kebangkitan bukan sekadar mukjizat medis, melainkan sebuah pernyataan teologis yang mendalam:

A. Kemenangan Atas Maut

Kebangkitan membuktikan bahwa Yesus memiliki kuasa atas kematian. Dalam pandangan Kristen, upah dosa adalah maut, dan dengan bangkit, Yesus mematahkan belenggu dosa tersebut bagi umat manusia.

B. Validasi Keilahian

Kebangkitan adalah "stempel" yang memvalidasi semua ajaran Yesus. Jika Ia tetap mati, Ia hanya akan dianggap sebagai guru moral atau nabi biasa. Kebangkitan membuktikan klaim-Nya sebagai Anak Allah.

C. Pengharapan Hidup Kekal

Peristiwa ini memberikan janji bahwa ada kehidupan setelah kematian. Seperti Yesus yang bangkit, umat beriman juga percaya bahwa mereka akan dibangkitkan pada akhir zaman.

"Andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sia jugalah kepercayaan kamu." — 1 Korintus 15:14


4. Perayaan dan Tradisi

Perayaan Paskah mengalami perkembangan tradisi di berbagai budaya:

  • Liturgi Gereja: Dimulai dari masa prapaskah (puasa 40 hari), Minggu Palma, Kamis Putih (Perjamuan Terakhir), Jumat Agung, hingga puncaknya pada Minggu Paskah.
  • Simbol Telur: Melambangkan kehidupan baru yang keluar dari cangkang yang mati/keras.
  • Lilin Paskah: Melambangkan Kristus sebagai Terang Dunia yang mengusir kegelapan dosa.

Peristiwa penangkapan hingga kematian Yesus Kristus, yang secara tradisional diperingati sebagai Jumat Agung, merupakan rangkaian peristiwa paling dramatis dalam sejarah Kekristenan.

Berikut adalah kronologi lengkapnya berdasarkan catatan Alkitab (Injil):


1. Penangkapan (Kamis Malam - Dini Hari)

  • Di mana: Taman Getsemani, di kaki Bukit Zaitun, Yerusalem.
  • Bagaimana: Setelah Perjamuan Terakhir, Yesus berdoa di taman ini. Yudas Iskariot datang membawa serombongan besar pasukan bersenjata dan penjaga Bait Allah. Yudas mengidentifikasi Yesus dengan cara mencium-Nya.
  • Oleh Siapa: Yudas Iskariot (murid Yesus sendiri) yang bekerja sama dengan para imam kepala dan tua-tua Yahudi.
  • Kenapa: Yudas mengkhianati Yesus demi 30 keping perak.

2. Pengadilan Agama (Dini Hari - Subuh)

  • Di mana: Istana Imam Besar (Kayafas).
  • Siapa yang Mengadili: Mahkamah Agama Yahudi (Sanhedrin).
  • Mengapa: Mereka mencari alasan untuk menghukum mati Yesus. Tuduhan utamanya adalah hujat terhadap Allah karena Yesus mengaku sebagai Anak Allah dan Raja Mesias.
  • Hasil: Mereka memutuskan Ia layak dihukum mati, namun secara hukum Romawi, mereka tidak memiliki otoritas untuk mengeksekusi seseorang.

3. Pengadilan Sipil/Romawi (Pagi Hari, sekitar pukul 06.00 – 08.00)

  • Di mana: Praetorium (Benteng Antonia), kediaman Gubernur Romawi.
  • Siapa yang Mengadili: Pontius Pilatus (Gubernur Yudea). Yesus juga sempat dikirim ke Herodes Antipas namun dikembalikan lagi ke Pilatus.
  • Kenapa: Karena tuduhan agama tidak berlaku bagi hukum Romawi, para imam mengubah tuduhan menjadi pemberontakan politik (bahwa Yesus mengaku sebagai Raja dan melarang bayar pajak ke Kaisar).
  • Keputusan: Pilatus tidak menemukan kesalahan pada Yesus, namun karena tekanan massa yang berteriak "Salibkan Dia!", Pilatus mencuci tangan dan menyerahkan Yesus untuk disalibkan demi menjaga stabilitas politik.

4. Penyiksaan dan Jalan Salib (Pukul 08.00 – 09.00)

  • Proses: Yesus disesah (dicambuk), dipasangi mahkota duri sebagai ejekan atas "Raja Orang Yahudi", dan dipaksa memikul palang kayu salibnya sendiri menuju tempat eksekusi.
  • Di mana: Menuju bukit Golgota (bahasa Aram) atau Kalvari (bahasa Latin) yang berarti "Tempat Tengkorak".

5. Penyuliban (Pukul 09.00 – 12.00)

  • Waktu: Pukul 09.00 pagi (Jam sembilan menurut perhitungan Yahudi).
  • Metode: Tangan dan kaki-Nya dipaku pada kayu salib. Di atas kepala-Nya dipasang tulisan INRI (Iesus Nazarenus, Rex Iudaeorum - Yesus Orang Nazaret, Raja Orang Yahudi).
  • Kejadian: Yesus disalibkan di antara dua orang penjahat. Para prajurit membuang undi untuk jubah-Nya.

6. Kegelapan dan Kematian (Pukul 12.00 – 15.00)

  • Fenomena: Dari jam 12 siang hingga jam 3 sore, terjadi kegelapan pekat yang menutupi seluruh daerah itu (Matahari tidak bersinar).
  • Kematian: Sekitar pukul 15.00 (jam tiga petang), Yesus berseru dengan suara nyaring, "Sudah Selesai," lalu menyerahkan nyawa-Nya.
  • Tanda-tanda Alam: Pada saat Yesus mati, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah, terjadi gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah.

Ringkasan Tabel Kronologi

WaktuPeristiwa UtamaLokasi
00:00 - 03:00Penangkapan & Pengadilan YahudiGetsemani & Rumah Kayafas
06:00 - 08:00Pengadilan Romawi & VonisPraetorium (Pilatus)
09:00Yesus mulai dipaku di SalibGolgota
12:00 - 15:00Kegelapan menyelimuti bumiGolgota
15:00Yesus WafatGolgota

Peristiwa terbelahnya Tabir Bait Suci (tirai raksasa di dalam Bait Allah) dari atas ke bawah pada saat Yesus menghembuskan napas terakhir adalah salah satu detail paling simbolis dalam seluruh Alkitab.

Berikut adalah penjelasan mengenai makna di balik peristiwa tersebut:


1. Apa itu Tabir Bait Suci?

Dalam Bait Suci di Yerusalem, terdapat sebuah ruangan paling sakral yang disebut Ruang Maha Kudus (Holy of Holies). Ruangan ini dipisahkan dari bagian lain oleh sebuah tirai atau tabir yang sangat tebal, besar, dan berat.

  • Fungsi: Sebagai penghalang fisik antara kehadiran Allah yang kudus dengan manusia yang berdosa.
  • Akses: Hanya Imam Besar yang boleh memasukinya, itu pun hanya sekali setahun pada Hari Raya Pendamaian (Yom Kippur) setelah melalui ritual penyucian yang sangat ketat.

2. Makna "Terbelah dari Atas ke Bawah"

Detail bahwa tabir itu terbelah dari atas ke bawah sangatlah penting:

  • Bukan Perbuatan Manusia: Jika manusia yang merobeknya, robekan akan dimulai dari bawah. Terbelah dari atas menandakan bahwa ini adalah tindakan langsung dari Allah.
  • Akses Terbuka: Ini melambangkan bahwa hambatan atau "tembok pemisah" antara Allah dan manusia telah dihancurkan. Melalui kematian Yesus, setiap orang kini memiliki akses langsung kepada Allah tanpa perlu perantara imam atau pengorbanan hewan lagi.

3. Yesus sebagai "Imam Besar" yang Sempurna

Dalam teologi Kristiani (khususnya dijelaskan dalam Kitab Ibrani), Yesus dipandang sebagai Imam Besar sekaligus Kurban yang Sempurna:

  • Dahulu, manusia butuh ritual rumit untuk mendekat kepada Tuhan.
  • Dengan wafatnya Yesus, pengorbanan-Nya dianggap sudah cukup sekali untuk selama-lamanya. Tabir yang terbelah adalah pengumuman visual bahwa sistem lama telah digantikan oleh hubungan baru yang bersifat pribadi.

4. Makna Teologis yang Mendalam

Dulu (Sebelum Tabir Terbelah)Sekarang (Setelah Kematian Kristus)
Terpisah oleh dosa dan hukum.Diperdamaikan oleh kasih karunia.
Hanya Imam Besar yang bisa masuk.Setiap orang beriman bisa datang berdoa langsung.
Perlu pengorbanan hewan berulang kali.Pengorbanan Yesus sudah cukup selamanya.
Allah "tersembunyi" di balik tabir.Allah dapat ditemui melalui Kristus.

Kesimpulan

Terbelahnya tabir adalah cara Tuhan mengatakan: "Selamat datang kembali." Kematian Yesus di kayu salib dianggap sebagai jembatan yang menyatukan kembali hubungan manusia dengan Penciptanya yang sempat terputus sejak peristiwa jatuh ke dalam dosa.

Itulah mengapa peristiwa yang tampak tragis ini (kematian Yesus) justru disebut sebagai "Good Friday" atau "Jumat Agung", karena di balik penderitaan itu ada pemulihan hubungan yang luar biasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *