
Oleh : Dr. KH. Achmad Muhammad, MA
Hari Kota Sedunia dalam Perspektif Ibu Kota Nusantara (IKN)
Hari Kota Sedunia, yang diperingati setiap tanggal 31 Oktober, adalah inisiatif Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mempromosikan kepentingan komunitas internasional dalam urbanisasi global, mendorong kerja sama antarbangsa dalam mengatasi tantangan urbanisasi, dan berkontribusi pada pembangunan perkotaan berkelanjutan di seluruh dunia. Tema umumnya, "Better City, Better Life" (Kota yang Lebih Baik, Kehidupan yang Lebih Baik), sangat relevan untuk dianalisis dalam konteks pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) Indonesia. IKN diproyeksikan tidak hanya sebagai pusat pemerintahan baru, tetapi juga sebagai "Kota Dunia untuk Semua" (World City for All).
1. Urgensi dan Latar Belakang Pembangunan IKN
Pembangunan IKN di Kalimantan Timur merupakan respons strategis terhadap berbagai tantangan nasional dan global, yang sejalan dengan semangat Hari Kota Sedunia.
- Pemerataan Pembangunan (Indonesia-Sentris): Salah satu urgensi utama adalah mengakhiri fokus pembangunan yang Jawa-sentris, terutama di Jakarta, yang telah memikul beban ekologis, sosial, dan ekonomi yang sangat berat. IKN diharapkan menjadi "pusat gravitasi" ekonomi baru, mendorong pertumbuhan di wilayah tengah dan timur Indonesia.
- Ketahanan dan Keberlanjutan Lingkungan: Jakarta menghadapi ancaman serius, termasuk penurunan permukaan tanah (land subsidence) dan krisis lingkungan. Pemindahan IKN bertujuan untuk mengurangi beban ekologis Jakarta dan membangun sebuah kota yang sejak awal direncanakan dengan prinsip-prinsip berwawasan lingkungan dan tahan bencana (resilient).
- Visi Indonesia 2045: IKN dirancang untuk mendukung Visi Indonesia Emas 2045, di mana Indonesia diprediksi menjadi salah satu dari lima kekuatan ekonomi terbesar dunia. IKN harus menjadi simbol identitas nasional yang merefleksikan keindahan Bhinneka Tunggal Ika serta menjadi kota terdepan dalam daya saing global.
2. IKN sebagai Smart Forest City dan Pembangunan Berkelanjutan
Konsep utama IKN adalah "Smart Forest City", yang merupakan manifestasi konkret dari upaya mencapai tujuan Hari Kota Sedunia, khususnya yang terkait dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 11: Kota dan Komunitas Berkelanjutan.
- Prinsip Selaras dengan Alam: IKN menargetkan setidaknya 65% wilayahnya menjadi kawasan lindung dan akan fokus pada restorasi lingkungan yang telah rusak. Perencanaan kota didominasi oleh ruang terbuka hijau, hutan kota, dan penyerap karbon, yang bertujuan untuk mencapai emisi nol bersih (net zero carbon emission) dan 100% energi terbarukan. Ini sejalan dengan tuntutan global untuk menjadikan kota sebagai solusi, bukan masalah, bagi perubahan iklim.
- Kota Cerdas (Smart City): Penerapan konsep Smart City di IKN mencakup penggunaan teknologi dan inovasi untuk manajemen kota yang lebih efisien, inklusif, dan tangguh. Komponen-komponen seperti transportasi publik berbasis energi terbarukan, sistem pengelolaan limbah padat yang efektif, dan infrastruktur digital terintegrasi dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup warga secara keseluruhan.
- Inklusivitas dan Aksesibilitas: Aspek "Kota Dunia untuk Semua" menggarisbawahi pentingnya desain universal dalam ruang publik dan terbuka hijau, memastikan bahwa kota dapat diakses oleh semua segmen masyarakat, termasuk perempuan, anak-anak, dan kelompok rentan.
3. Tantangan dan Peluang dalam Konteks Global Urbanisasi
Meskipun memiliki visi ambisius, pembangunan IKN tidak luput dari tantangan yang juga menjadi fokus pembahasan Hari Kota Sedunia.
| Tantangan Kunci | Relevansi Hari Kota Sedunia | Peluang IKN |
| Dampak Lingkungan Awal | Kerentanan, perubahan iklim, dan kerusakan lingkungan (sebelum pembangunan). | IKN dapat menjadi laboratorium global untuk reforestasi dan pembangunan kota baru yang mencontohkan keseimbangan ekologis. |
| Kelembagaan dan Tata Kelola | Perlunya pemantauan dan evaluasi (monev) yang kuat terhadap zonasi dan implementasi. | Adanya Otorita IKN dan landasan hukum (UU No. 3 Tahun 2022) memberikan kepastian untuk tata kelola yang fokus pada keberlanjutan. |
| Partisipasi Masyarakat | Pentingnya strategi berbasis komunitas dan inklusivitas dalam perencanaan kota. | Pengembangan platform untuk partisipasi komunitas yang lebih inklusif dan integrasi masyarakat lokal dalam proses pembangunan. |
| Pendanaan Berkelanjutan | Kebutuhan pendanaan transformasi investasi yang berkelanjutan di perkotaan. | Mendorong skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan investasi swasta untuk infrastruktur perkotaan berkelanjutan. |
4. Tahapan Pembangunan Menuju "Kota Dunia" (2045)
Visi "Kota Dunia untuk Semua" IKN diproyeksikan tercapai pada tahun 2045. Hal ini menunjukkan komitmen jangka panjang yang sejalan dengan agenda global seperti PBB dalam pembangunan berkelanjutan.
- Tahap Awal (2022-2024): Fokus pada pemindahan tahap awal dan pembangunan infrastruktur dasar, termasuk Istana Negara dan kawasan inti.
- Tahap Inti yang Tangguh (2025-2029): Membangun IKN sebagai area inti yang tangguh, termasuk kesiapan infrastruktur untuk konektivitas.
- Akselerasi dan Penguatan (2030-2039): Melanjutkan pembangunan dengan lebih progresif, termasuk pengembangan pendidikan, kesehatan, dan fasilitas sponge city.
- Puncak Visi (2040-2045): Mengokohkan reputasi IKN sebagai "Kota Dunia untuk Semua" dengan pertumbuhan penduduk yang stabil, industri berkelanjutan, dan penguatan daya saing kota di panggung global.
Kesimpulan
Hari Kota Sedunia mengingatkan kita bahwa masa depan peradaban manusia akan ditentukan oleh kualitas dan keberlanjutan kota-kota di dunia. Ibu Kota Nusantara (IKN) adalah peluang bersejarah bagi Indonesia untuk berkontribusi pada agenda global ini. Dengan konsep Smart Forest City, IKN bukan hanya sekadar pemindahan ibu kota, tetapi merupakan cetak biru pembangunan perkotaan abad ke-21 yang memprioritaskan keseimbangan ekologis, inovasi teknologi, dan inklusivitas sosial. Implementasi yang sukses dari IKN akan menjadikannya contoh nyata dari tema "Better City, Better Life," sebuah kota yang menjadi simbol kemajuan nasional dan aspirasi untuk menjadi Kota Dunia yang Berkelanjutan