info@mujatim.or.id
Kabupaten
cropped-favicon-1

Majelis Ulama Indonesia Sidoarjo

Home » Uncategorized  »  Mukjizat Sapi Bersaksi Kenabian Muhammad
Mukjizat Sapi Bersaksi Kenabian Muhammad
Mukjizat Sapi Bersaksi Kenabian Muhammad

Oleh : Dr. KH. Achmad Muhammad, MA

Kisah binatang yang berbicara dan mengabarkan kenabian Nabi Muhammad saw. merupakan salah satu bentuk I'juz (kemukjizatan) serta tanda-tanda kenabian (Dala'il an-Nubuwwah) yang dicatat dalam sirah Nabawiyah dan riwayat hadis.

Terdapat dua kisah utama yang berkaitan dengan sapi yang berbicara serta peristiwa hewan liar menyerukan kalimat tauhid:

Kisah Suara dari Perut Sapi Jantan (Sembelihan)

Kisah ini diriwayatkan dalam Shahih Bukhari (No. 3835) dari jalur sahabat Amr bin Maimun tentang keislaman Umar bin Al-Khattab ra. Sebelum Islam datang, masyarakat Jahiliyah biasa menyembelih hewan kurban untuk berhala.

  • Peristiwa: Ketika seekor sapi jantan disembelih untuk persembahan berhala, tiba-tiba dari dalam perut atau tubuh sapi tersebut terdengar suara teriakan keras yang sangat jelas.
  • Seruan yang Terdengar: Suara tersebut berseru, "Wahai orang-orang yang berada di sini, ada perkara besar yang membawa keberhasilan! Seorang laki-laki yang fasih menyerukan: Laa ilaaha illallaah!"
  • Dampaknya: Umar bin Al-Khattab yang mendengar hal tersebut bertekad menyelidiki suara ajaib itu hingga akhirnya kabar kenabian Rasulullah saw. makin tersebar di Mekkah.

Kisah Sapi yang Berbicara kepada Pemiliknya

Riwayat lain yang sangat populer tercantum dalam Shahih Bukhari (No. 3471) dan Shahih Muslim (No. 2388) dari Abu Hurairah ra.:

  • Peristiwa: Seorang pria sedang menunggangi dan membawa beban berat di atas seekor sapi jantan. Sapi itu lalu menoleh ke arah pemiliknya dan berkata dengan bahasa yang dipahami manusia: "Aku tidak diciptakan untuk ini (menjadi hewan tunggangan/beban), melainkan aku diciptakan untuk membajak sawah."
  • Respons Orang-orang: Orang-orang yang mendengar hal itu terkejut dan berkata, "Subhanallah! Sapi bisa berbicara!"
  • Penegasan Rasulullah saw.: Nabi Muhammad saw. bersabda bahwa beliau, Abu Bakar, dan Umar bin Al-Khattab mempercayai peristiwa tersebut sebagai bukti kekuasaan Allah Swt.

Makna Hikmah Peristiwa

  • Mukjizat Kenabian: Allah Swt. membuat benda mati atau hewan yang tidak berakal dapat berbicara sebagai pembawa kabar gembira (basyir) atas diutusnya Nabi Muhammad saw.
  • Pengakuan Alam Semesta: Seluruh makhluk di alam semesta, baik manusia, jin, maupun binatang, berada di bawah kekuasaan Allah Swt. dan tunduk mengakui kebenaran risalah Islam.

Peristiwa kerasulan dan diutusnya Nabi Muhammad saw. diiringi oleh berbagai tanda luar biasa (Irhash sebelum kerasulan dan Dala'il an-Nubuwwah saat kerasulan) yang disaksikan langsung oleh beliau. Tanda-tanda ini menjadi penguat batin serta bukti nyata pembawa risalah Ilahi.

Berikut adalah tanda-tanda utama kenabian yang dilihat dan dialami langsung oleh Nabi Muhammad saw. saat diutus menjadi Nabi:

Mimpi Hakiki (Ar-Ru'ya as-Shalihah)

Sebelum wahyu pertama turun, Nabi Muhammad saw. mengalami fase tanda kenabian berupa mimpi yang benar. Setiap kali beliau bermimpi dalam tidurnya, mimpi tersebut selalu menjadi kenyataan di alam nyata secara jelas, terang benderang bagaikan tersingkapnya fajar pagi. Fase ini berlangsung selama beberapa bulan sebagai bentuk persiapan batin sebelum menerima wahyu Al-Qur'an.

Penyendirian di Gua Hira dan Kerinduan Bermunajat

Hati beliau digerakkan oleh Allah Swt. untuk menyukai tahannuth (mengasingkan diri untuk beribadah dan bertafakur) di Gua Hira. Keinginan kuat untuk menjauhi kesyirikan masyarakat Mekkah dan mencari kebenaran hakiki merupakan petunjuk spiritual yang mendahului datangnya kenabian.

Turunnya Malaikat Jibril dan Wahyu Pertama

Tanda kenabian paling utama yang disaksikan langsung oleh beliau adalah kedatangan Malaikat Jibril as. di Gua Hira pada usia 40 tahun.

  • Wujud dan Dekapan Jibril: Malaikat Jibril mendatangi beliau, memeluknya dengan erat sebanyak tiga kali, dan memerintahkan beliau untuk membaca.
  • Wahyu Pertama: Penampakan fisik dan suara Jibril yang membacakan lima ayat pertama Surah Al-'Alaq (Iqra' bismi rabbikalladzi khalaq...) menjadi penanda resmi pengangkatan beliau sebagai Rasulullah.

Salam dari Batu dan Pohon

Dalam beberapa riwayat shahih (di antaranya HR. Muslim), Nabi Muhammad saw. menyaksikan fenomena alam di mana batu-batu dan pepohonan di sekitar Mekkah menyapa beliau sebelum dan saat diutus menjadi Nabi.

Rasulullah saw. bersabda: "Sungguh aku mengetahui seekor batu di Mekkah yang mengucapkan salam kepadaku sebelum aku diutus (menjadi Nabi), dan aku masih mengetahuinya sampai sekarang." (HR. Muslim)

Setiap kali beliau berjalan di lorong-lorong kota Mekkah, batu dan pohon menunduk serta mengeluarkan suara mengucapkan salam: "Assalamu 'alaika ya Rasulallah."

Stempel Kenabian (Khatam an-Nubuwwah)

Secara fisik, pada tubuh beliau terdapat tanda kenabian berupa Khatam an-Nubuwwah, yaitu benjolan kecil atau tanda lahir sebesar telur burung merpati yang terletak di antara kedua belikat (punggung atas) beliau. Tanda fisik ini telah diramalkan dalam kitab-kitab terdahulu (Taurat dan Injil) dan dikonfirmasi oleh para rahib seperti Bahira saat beliau masih muda.

Melalui pengalaman spiritual, fisik, dan fenomena alam tersebut, Allah Swt. mengukuhkan kedudukan Nabi Muhammad saw. sebagai penutup para nabi (Khatam an-Nabiyyin) yang membawa rahmat bagi seluruh alam.

Peristiwa batu dan pepohonan yang mengucapkan salam kepada Nabi Muhammad saw. merupakan salah satu mukjizat nyata (Dala'il an-Nubuwwah) yang menunjukkan tunduknya alam semesta kepada risalah kenabian beliau.

Riwayat Hadis tentang Batu yang Mengucapkan Salam

Peristiwa ini dicatat dalam hadis shahih yang diriwayatkan oleh Jabir bin Samurah ra., di mana Rasulullah saw. bersabda:

"Sungguh aku mengetahui seekor batu di Mekkah yang mengucapkan salam kepadaku sebelum aku diutus (menjadi Nabi), dan aku masih mengetahuinya sampai sekarang." (HR. Muslim No. 2277)

Para ulama menjelaskan bahwa Allah Swt. menciptakan kemampuan berbicara atau memberikan suara pada benda mati tersebut sebagai penghormatan khusus kepada calon Rasul-Nya.

Kesaksian Para Sahabat tentang Pepohonan dan Batu

Dalam riwayat lain dari Ali bin Abi Thalib ra., beliau menceritakan pengalaman mendampingi Rasulullah saw. menyusuri sudut-sudut kota Mekkah pada masa awal kenabian:

"Aku pernah berjalan bersama Nabi saw. di Mekkah, lalu kami keluar di sebagian pinggiran kota Mekkah. Tidaklah beliau melewati pohon maupun gunung/batu melainkan tempat itu mengucapkan: 'Assalamu 'alaika ya Rasulallah' (Keselamatan atasmu wahai Rasulullah)." (HR. Tirmidzi No. 3626)

Hikmah dan Makna Peristiwa

  • Bentuk Pengakuan Alam Semesta: Benda mati dan tumbuh-tumbuhan yang tidak memiliki akal budi diberi kemampuan oleh Allah Swt. untuk mengenali dan menghormati keagungan Nabi Muhammad saw.
  • Penguat Batin Rasulullah: Pada awal masa kerasulan yang penuh dengan penolakan dan intimidasi dari kaum kafir Quraisy, mukjizat ini menjadi penghibur dan penguat batin bahwa seluruh makhluk ciptaan Allah mendukung perjuangan beliau.
  • Tanda Kenabian (Irhash): Salam dari batu di Mekkah tersebut sudah terjadi bahkan sebelum wahyu pertama turun di Gua Hira, sebagai petunjuk atau pemanasan spiritual (Irhash) sebelum tugas besar kerasulan dimulai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *